Peristiwa

Bikin Heboh, Mahasiswi di Semarang Ini Panjat Tower 100 Meter, Alasannya Tak Terduga

×

Bikin Heboh, Mahasiswi di Semarang Ini Panjat Tower 100 Meter, Alasannya Tak Terduga

Sebarkan artikel ini
Mahasiswi Tower
Ilustrasi tower. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Belum lama ini, seorang mahasiswi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang kedapatan memanjat tower setinggi 100 meter.

Mahasiswi itu menyebut aksinya sengaja ia lakukan guna menguji seberapa jauh keberaniannya. Riset adrenalin, kata si mahasiswi.

Aksi tersebut pun jadi tontonan banyak pihak, termasuk polisi sampai petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang menghampiri tower itu.

Tower tersebut sendiri berlokasi di depan Fakultas Kedokteran pada salah satu gedung kampus Unissula.

Mulanya, orang-orang di sekitar sempat memohon si mahasiswi untuk turun, Namun, mahasiswi itu tak menggubris permintaan itu.

BACA JUGA: Video Unissula Hati-Hati Copot Gelar Profesor Kehormatan Anwar Usman

Kasie Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Semarang, Listyono, menyebut, ia mendapat laporan aksi mahasiswi itu sekitar pukul 14.30 WIB, Senin, 4 Maret 2024. Pihaknya lantas menggandeng Polsek Genuk guna menyelamatkan gadis tersebut.

“Sampai di lokasi, orang itu posisinya masih di ketinggian 20-25 meter. Jenis kelamin perempuan. Tadi, menurut saksi awal, [dia] sudah sampai ujung, sekitar 100 meter lebih, terus turun sendiri,” kata Listyono.

Ia pun menegaskan agar warga tak meminta mahasiswi tersebut menuruni tower. Alasannya, ia tak ingin psikologi si gadis tak goyah.

“Kalau ada teriakan, atau orang itu kondisinya tidak stabil, khawatirnya kalau tidak naik, justru malah loncat. Awalnya mau kita bujuk turun, tapi dianya turun sendiri,” terangnya.

BACA JUGA: Kisahkan Nestapa Warga Sayung Demak, Akademisi Unissula Tulis Buku ‘Urip Dioyak-oyak Banyu’

Sebelumnuya, mahasiswi itu bahkan sempat ketawa usai turun dari tower setinggi 100 metertersebut.

“Setelah [dia] turun, kita tanyai, jawabnya cuma ngetes adrenalin, sambil ketawa-ketawa gitu. Jadi kestabilan emosinya pun meragukan. Karena bagaimanapun, dia harus kita selamatkan,” tuturnya.

Di lain pihak, Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, menyebut aksi mahasiswi berusia 22 tahun itu bukanlah bermotif bunuh diri, melainkan sekadar riset.

“Dia mahasiswa, inisialnya S, usia 22 tahun. Alasannya bukan bunuh diri, cuma riset. Tapi riset apa, masih kita data,” ujar Rismanto. (*)