SEMARANG, beritajateng.tv – Mantan personel SMASH, Bisma Karisma, membuka babak baru perjalanan kariernya lewat acara intim bertajuk “Persinggahan Rihlah”.
Acara tersebut menghadirkan sebuah ruang pertemuan yang memadukan musik, refleksi diri, dan pengalaman spiritual.
Bertempat di Kedai Nyamin, Jalan Elang Raya Nomor 28, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Bisma membuka acaranya dengan sebuah ritual.
BACA JUGA: Alur Cerita Film Assalamualaikum Baitullah, Perjalanan Spiritual Penuh Makna
Harum wewangian dupa memenuhi ruang terbuka Kedai Nyamin pada Sabtu, 9 Agustus 2025 malam. Membawa bunga sedap malam, Bisma memulai ritualnya sebelum berinteraksi dengan penggemar.
Acara ini menjadi wujud syukur sekaligus perayaan transformasi musikal dan spiritual Bisma. Melalui Rihlah, ia meninggalkan citra boyband dan memilih jalur solo yang lebih kontemplatif.
“Aku ingin mengajak audiens untuk tidak sekadar mendengarkan lagu, tetapi juga menyelami makna di balik setiap track yang lahir dari proses perjalanan musikalku selama 15 tahun,” ungkap Bisma dalam keterangan resminya.
Konsep artistik dan atmosfer meditatif dalam “Persinggahan Rihlah”
Setelah mengawali acara dengan ritual, Bisma melanjutkan dengan sesi mendengarkan bersama. Ia mengajak penggemarnya berdiskusi, berbagi kisah di balik proses kreatif, hingga pengalaman batin yang menginspirasi tiap lagu.
“Aku ingin menciptakan momen hangat yang terbuka untuk berbagi cerita, pengalaman batin, dan proses kreatif yang tertuang dalam lagu-lagu Rihlah,” tuturnya.
“Persinggahan Rihlah” ini cukup unik, penggemar duduk lesehan di ruang terbuka yang dipenuhi aroma wewangian alami.
BACA JUGA: Tak Sekadar Ambil Gambar, Fotografi Punya Beragam Manfaat Hingga Sisi Spiritual
Album diputar penuh dari awal hingga akhir, diiringi gestur kontemporer Bisma yang memperkuat atmosfer. Suasananya bak ritual kecil yang artistik dan santai.
“Momen ini juga menjadi penanda rasa syukur setelah satu tahun Rihlah lahir sebagai medium spiritual dan reflektif,” katanya.
Dalam acara itu, Bisma juga berkolaborasi dengan Tridhatu, musisi yang mengeksplorasi musik eksperimental yang dikenal dengan karya-karya yang berfokus pada healing, kesadaran, dan pengalaman mendalam melalui frekuensi suara.
Album Rihlah kental dengan nuansa spiritual
Album Rihlah sendiri berisi delapan lagu, di antaranya lagu berjudul “Malam” yang merepresentasikan eksplorasi diri dan “Aamiin” sebagai bentuk penghormatan spiritual yang dalam.
“Persinggahan Rihlah ini menjadi kesempatan untuk menyapa pendengar Rihlah dalam suasana yang lebih intim dan mendalam,” ujarnya.
Nama Rihlah, berasal dari bahasa Arab yang berarti “perjalanan”, menggambarkan arah baru Bisma dari sosok ceria di panggung pop menuju seniman yang mengolah kedalaman batin melalui musik.
BACA JUGA: Tradisi Sambut Bulan Suro, Festival Budaya Spiritual di Blora, Angkat Kearifan Lokal Sedulur Sikep
“Musik menjadi medium koneksi antara tubuh, jiwa, dan semesta antara pencipta dengan pendengarnya,” ungkapnya.
Persinggahan Rihlah menjadi ruang eksplorasi tak terbatas dan akan singgah di beberapa kota di Indonesia. Setelah Semarang, Bisma akan melanjutkan perjalanannya ke Jakarta, Bandung, dan beberapa kota lainnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





