Ia mengaku wilayahnya juga tengah memproses pencairan dana BOP untuk kegiatan yang telah terlaksana asepanjang Januari hingga Juli.
Dana tersebut bermanfaat untuk membiayai berbagai aktivitas masyarakat, seperti kerja bakti, program urban farming, pembuatan taman tanaman obat keluarga (TOGA), kirab budaya, hingga kegiatan Tahun Baru Hijriah.
“Selama ini kegiatan lingkungan banyak yang menggunakan sistem talangan. Setelah ada BOP, biaya yang sudah kita keluarkan bisa Pemkot ganti melalui skema raimburse pencairan dana ini,” kata Denni, sapaan akrabnya.
Denni mengakui proses administrasi pencairan membutuhkan penyesuaian waktu karena harus menyesuaikan jadwal pengurus RT, bendahara, dan pihak kelurahan. Namun secara umum, ia menilai mekanismenya tidak menyulitkan.
“Kesulitannya bukan di prosedur, tetapi lebih pada mencocokkan waktu untuk mengurus administrasi. Selebihnya cukup mudah,” ujarnya.
Ia berharap layanan pencairan dana dapat terlaksana di lebih banyak kantor Bank Jateng. Agar pengurus RT tidak harus datang ke kantor cabang yang lokasinya cukup jauh atau padat.
Menurut Denni, manfaat terbesar program BOP RT adalah berkurangnya beban masyarakat. Berbagai kegiatan lingkungan kini dapat di biayai tanpa harus menarik iuran dari warga.
“Dengan adanya BOP, kami sudah tidak menarik iuran lagi untuk kegiatan lingkungan maupun peringatan 17 Agustus. Ini sangat membantu masyarakat karena kondisi ekonomi setiap warga berbeda-beda,” ungkapnya. (*)





