Selain itu, perlindungan melalui fasilitas asuransi juga perlu mendapat perhatian. Hakam menyebut atlet telah mendapatkan perlindungan tersebut. Namun, mekanisme penjaminan perlu di cermati apabila kondisi medis atlet membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
Cuaca Panas Bisa Menambah Beban Fisik Atlet
Faktor lingkungan juga menjadi bagian dari evaluasi keselamatan pertandingan. Hakam menyebut cuaca panas dapat memperberat kondisi fisik atlet, terutama ketika mereka harus bertanding dalam intensitas tinggi.
Meski demikian, ia tidak menyimpulkan cuaca panas sebagai penyebab meninggalnya atlet Porprov. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kesehatan.
“Cuaca panas itu juga pasti akan memperberat. Saya enggak ngomong itu etiologi apa, tetapi memperberat kejadian-kejadian risiko,” jelasnya.
Karena itu, penyelenggara perlu memperhatikan kesiapan fisik atlet dan melakukan pemantauan selama pertandingan. Antisipasi terhadap kondisi cuaca juga penting agar risiko kesehatan dapat dikenali lebih cepat.
Atlet Sempat Mendapatkan CPR di Ambulans
Hakam turut menjelaskan penanganan terhadap salah satu atlet cabang olahraga selam yang kondisinya henti jantung.
Berdasarkan informasi, atlet tersebut sudah mengalami henti jantung ketika petugas menemukan di laut. Petugas ambulans kemudian memberikan pertolongan berupa resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).
“Posisi di laut itu posisinya sudah henti jantung. Kemudian kawan-kawan ambulans itu menolong melakukan injak jantung,” ungkapnya.
Upaya pertolongan berupa kompresi dada berlanjut selama proses evakuasi menuju rumah sakit. Namun, kondisi atlet tidak tertolong setelah tiba di fasilitas kesehatan.
“Jadi dari selama di ambil kemudian di dalam ambulans sampai ke rumah sakit, kawan-kawan yang di dalam ambulans melakukan CPR, pijat jantung. Sampai di rumah sakit juga hanya beberapa menit saja, terus itu sudah meninggal,” katanya.
Hakam menilai rangkaian kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan kompetisi olahraga. Pemeriksaan kesehatan yang sesuai risiko, pemantauan riwayat penyakit, serta kesiapan tenaga medis dan penanganan kegawatdaruratan perlu berjalan beriringan. (*)





