Cek Fakta

CEK FAKTA: Anies Sebut 15 Juta Orang Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Kesehatan Mental, Benar?

×

CEK FAKTA: Anies Sebut 15 Juta Orang Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Kesehatan Mental, Benar?

Sebarkan artikel ini
Debat Anies
Capres nomor urut 01, Anies Baswedan, dalam debat kelima pasangan capres-cawapres Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center, DKI Jakarta, Minggu, 4 Februari 2024 malam. (Foto: YouTube/KPU RI)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dalam debat capres terakhir, Anies Baswedan, capres nomor urut 01, menyoroti masalah kekerasan seksual dan kesehatan mental dengan menyebutkan bahwa lebih dari 15 juta orang telah menjadi korban.

Hal itu Anies sampaikan dalam debat capres terakhir yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada Minggu, 4 Februari 2024 malam. Debat kali ini menyoroti isu-isu kesehatan, pendidikan, dan inklusi.

“Sangat frustrasi melihatnya. Kesehatan mental, kekerasan seksual, lebih dari 15 juta orang jadi korban. Ini problem-problem yang tidak menjadi kepedulian segelintir elit. Ini adalah kepedulian rakyat kebanyakan,” ujar Anies dalam arena debat capres.

BACA JUGA: CEK FAKTA: Anies Baswedan Berdoa di Tempat Ibadah Buddha Demi Jabatan

Pada debat capres terakhir, benarkah klaim Anies soal jumlah korban kekerasan seksual di Indonesia?

Namun, sejauh mana kebenaran klaim Anies Baswedan? Artikel di laman rri.co.id, yang dipublikasikan pada 2 Januari 2024, mencatat bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang paling dominan terjadi pada tahun 2023. Hingga 31 Desember 2023, terdapat sebanyak 3.000 kasus kekerasan terhadap anak.

“Jadi dilaporkan oleh KPAI, 31 Desember (2023), di angka 3.000 kasus, sama di periode lalu. (Anak-anak) tertimpa kekerasan seksual, psikis, ini laporan yang terlaporkan,” ungkap Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Selasa, 2 Januari 2024.

Jasra mengakui bahwa data ribuan kasus kekerasan seksual terhadap anak ini didapatkan dari laporan di media sosial dan nomor telepon KPAI. Banyak anak-anak dalam kasus tersebut mengalami pengabaian dari orang tua atau pengasuhnya.

“Pengasuhan hak asuh anak, penelantaran anak, kemudian dampak dari perceraian, aduan kita sepanjang tahun 2023. Lalu kasus pendidikan kekerasan di satuan pendidikan,” kata Jasra.

BACA JUGA: CEK FAKTA: Anies Baswedan Mengaku Dapat Dukungan Kelompok Radikal, Benar?

Di sisi lain, Jasra juga menyingkap bahwa ada orang tua yang tidak mampu membayar uang bulanan sekolah anak mereka. KPAI melakukan tindakan dengan berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah untuk menangani situasi ini.

“Karena tidak mampu bayar SPP (uang bulanan sekolah), karena terbentur kondisi ekonomi. Mereka melapor ke kita, untuk bisa (anak-anaknya) melanjutkan pendidikan,” tambahnya.

Meskipun Anies tidak memberikan informasi mengenai durasi atau rentang waktu dari jumlah 15 juta korban kekerasan seksual dan kesehatan mental, artikel dari rri.co.id menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak memang paling dominan terjadi pada tahun 2023, dengan 3.000 kasus tercatat hingga 31 Desember 2023.

Berdasarkan informasi ini, klaim Anies Baswedan dalam debat capres terakhir tentang jumlah korban masih memerlukan bukti yang lebih kuat. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp