Bupati Demak dr Eisti’anah mengatakan, ritual selamatan wedus kendit tersebut menjadi bagian dari ikhtiar batin dalam penutupan tanggul Sungai Wulan yang jebol.
“Sebetulnya, sisi mistis ini juga kita alami saat mau pasang mesin penyedot air di Desa Karangrejo terkait upaya pembuangan air yang membanjiri Kota Demak melalui Sungai Tuntang Kontrak. Beberapa kali mesin mati dan sulit ditarik ke lokasi. Bahkan, mesin juga kecebur ke saluran,” jelasnya.
Dari penjelasannya, bupati menyebut bahwa kearifan lokal dengan adanya wedus kendit tersebut harapannya mampu menguatkan dalam upaya penutupan tanggul Sungai Wulan. (*)





