Lebih lanjut, Arief Rochman mengatakan, penanganan persoalan sosial tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan relawan, pemerintah desa, media, dan masyarakat dinilai penting agar berbagai persoalan warga yang membutuhkan dapat lebih cepat diketahui dan ditangani.
“Pemerintah dan teman-teman relawan harus terus bersinergi. Saya minta IPSM dan juga teman-teman media, kalau menemukan aduan dari masyarakat, mari kita tangani bersama-sama,” katanya.
BACA JUGA: Video Pelajar SMK Garap Bedah Rumah di Blora
Dia meminta pemerintah desa mengawal proses rehabilitasi rumah Samijah. Harapannya pembangunan dapat dilakukan dengan semangat gotong royong, sehingga rumah tersebut segera menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
“Pak lurah, tolong segera dikawal. Dengan gotong royong masyarakat, rumah yang tidak layak ini semoga segera bisa dibangun menjadi rumah yang layak untuk ditinggali,” katanya.
Sejauh ini, Pemkab Blora mencatat jumlah relawan IPSM di wilayah tersebut kini mencapai sekitar 150 orang. Para relawan tersebut aktif membantu menangani berbagai persoalan sosial masyarakat di tingkat desa.
Penanganan keluarga Samijah diharapkan tidak berhenti pada rehabilitasi rumah. Pendampingan terhadap anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus juga akan dilakukan melalui koordinasi Dinas Sosial, Baznas, pemerintah desa, dan pihak terkait. (*)
Editor: Diaz A Abidin





