Jateng

Cuaca Kering, Satpol PP dan Damkar Perkuat Kewaspadaan Terhadap Berbagai Potensi Kebakaran

×

Cuaca Kering, Satpol PP dan Damkar Perkuat Kewaspadaan Terhadap Berbagai Potensi Kebakaran

Sebarkan artikel ini
damkar kabupaten semarang
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Meski jumlah kasus kebakaran mengalami penurunan, masyarakat Kabupaten Semarang tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

Kewaspadaan tersebut mencakup risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran permukiman, kebakaran di lingkungan perusahaan, hingga berbagai potensi kebakaran lainnya.

Saat ini sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang telah memasuki musim kemarau yang tertandai dengan suhu udara lebih panas dan kondisi lingkungan yang cenderung kering.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, mengatakan pihaknya telah mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran.

Melalui penyuluhan di tingkat desa dan kelurahan, Satpol PP dan Damkar terus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan maupun penanganan awal saat terjadi kebakaran.

“Berdasarkan data musim kemarau tahun 2025, kejadian yang paling banyak terjadi adalah kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, kami memperbanyak sosialisasi agar masyarakat memahami berbagai potensi pemicu karhutla sekaligus cara penanganannya,” ujar Anang di Ungaran, Rabu, 24 Juni 2026.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Mengintai Pengendara, Kenali Bahaya Dehidrasi dan Microsleep

Selain karhutla, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kebakaran di lingkungan permukiman. Imbauan tersebut disampaikan melalui pertemuan langsung dengan warga, media massa, maupun media sosial.

Menurut Anang, langkah sederhana seperti memastikan kompor atau tungku sudah benar-benar padam. Utamanya sebelum meninggalkan rumah dapat mengurangi risiko kebakaran secara signifikan.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak sembarangan membakar sampah. Terutama di area yang dekat dengan permukiman atau lahan kering yang mudah terbakar.

“Jangan sampai aktivitas membakar sampah justru memicu kebakaran yang lebih besar dan membahayakan lingkungan sekitar,” katanya.

Berdasarkan data Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, sepanjang Januari hingga April 2026 tercatat 42 kejadian kebakaran yang berhasil pihaknya tangani.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 kasus merupakan kebakaran rumah, tujuh kasus kebakaran perusahaan, dan 18 kasus masuk kategori kebakaran lainnya.

Hingga April 2026 belum tercatat kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Semarang. Namun, Anang menegaskan masyarakat tidak boleh lengah karena potensi kebakaran lahan biasanya meningkat saat cuaca panas berkepanjangan.

BACA JUGA: Waspada Cuaca Ekstrem Kamis 12 Februari 2026, Hujan Lebat Berpotensi Meluas

Ketika rumput ilalang dan vegetasi lainnya mulai mengering, risiko kebakaran akan semakin tinggi. Kondisi tersebut dapat memicu kebakaran lahan yang kemudian meluas ke kawasan hutan.

“Vegetasi yang mengering dan cuaca panas ekstrem membuat lahan sangat mudah terbakar. Karena itu, kewaspadaan masyarakat harus terus di tingkatkan selama musim kemarau,” tegas Anang. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp