Jateng

Daftar Lengkap Penerima Insentif Guru Keagamaan di Semarang 2026 yang Dinaikkan Wali Kota Agustina

×

Daftar Lengkap Penerima Insentif Guru Keagamaan di Semarang 2026 yang Dinaikkan Wali Kota Agustina

Sebarkan artikel ini
Daftar Lengkap Penerima Insentif Guru Keagamaan di Semarang 2026 yang Dinaikkan Wali Kota Agustina
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri istighosah di Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menambah jumlah penerima insentif atau bisyaroh bagi guru keagamaan dan pelayan umat menjadi 9.992 orang pada 2026.

Penambahan paling besar secara persentase terjadi pada kelompok guru sekolah minggu yang jumlah penerimanya meningkat hingga 300 persen.

Secara keseluruhan, penerima bisyaroh bertambah 3.420 orang dari 2025 yang berjumlah 6.572 orang. Dengan demikian, cakupan program insentif guru keagamaan kota Semarang naik 52,04 persen dalam setahun.

Peningkatan itu Agustina sampaikan melalui Plt Asisten II Yudi Hardianto saat menghadiri Istighosah Akbar dan Napak Tilas Sejarah Santri Kota Semarang di Pondok Pesantren Salafi Luhur Dondong, Mangkang, Jumat (30/10/2026).

BACA JUGA: Agustina Dorong Pesantren di Semarang Jadi Pusat Ekonomi, Santri Disiapkan Jadi Wirausahawan 

Dalam sambutan Wali Kota yang Yudi bacakan, menyampaikan bahwa penambahan penerima menjadi bentuk perhatian Pemkot Semarang terhadap para pendidik keagamaan dan pelayan umat.

“Perhatian kepada para pendidik dan pelayan umat merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, pelayanan keagamaan, dan kehidupan sosial masyarakat. Mereka menjalankan pengabdian yang manfaatnya terasa jauh melampaui ruang kelas maupun tempat ibadah,” ungkapnya.

Rincian penerima bisyaroh Semarang 2025-2026

Berdasarkan data yang Pemkot Semarang sampaikan, penerima bisyaroh berasal dari sejumlah kelompok pendidik dan pelayan keagamaan.

Berikut perbandingan jumlah penerima pada 2025 dan 2026:

1. Guru Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ): meningkat dari 3.000 menjadi 4.000 orang, bertambah 1.000 penerima atau naik 33,33 persen.

2. Guru Madrasah Diniyah (Madin): meningkat dari 1.000 menjadi 1.390 orang, bertambah 390 penerima atau naik 39 persen.

3. Guru Sekolah Minggu (GSM): meningkat dari 250 menjadi 1.000 orang, bertambah 750 penerima atau naik 300 persen.

4. Perawat jenazah atau modin: meningkat dari 600 menjadi 1.000 orang, bertambah 400 penerima atau naik 66,67 persen.

5. Marbot dan petugas kemakmuran masjid: meningkat dari 531 menjadi 885 orang, bertambah 354 penerima atau naik sekitar 66,67 persen.

Selain menambah jumlah penerima pada kategori yang sudah ada, Pemkot Semarang memperluas cakupan program pada 2026.

Dua kelompok baru yang masuk daftar penerima adalah enam pendidik keagamaan Buddha dan 320 tenaga pendidik yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA).

Penambahan insentif itu menunjukkan perluasan sasaran bisyaroh kepada kelompok pendidik dari berbagai latar belakang agama dan lembaga pendidikan keagamaan.

Program unggulan Agustina-Iswar

Agustina menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidik keagamaan dan pelayan umat tidak cukup terwujud melalui kegiatan seremonial. Pemerintah perlu menghadirkannya dalam bentuk kebijakan dan program yang berkelanjutan.

Peningkatan jumlah penerima bisyaroh ini juga berkaitan dengan komitmen politik pasangan Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin saat Pilkada Semarang 2024.

Pemberian insentif bagi para pengabdi keagamaan menjadi salah satu dari 11 program unggulan pasangan tersebut untuk periode kepemimpinan 2025-2030. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp