Kesehatan

Dapat Insentif Rp1 Juta, Vasektomi di Semarang Tembus 29 Orang hingga Mei 2026

×

Dapat Insentif Rp1 Juta, Vasektomi di Semarang Tembus 29 Orang hingga Mei 2026

Sebarkan artikel ini
Layanan KB Pria Vasektomi di Semarang Kian Diminati, Peserta Dapat Insentif Rp1 Juta
Kepala Disdalduk KB Kota Semarang, Lilik Farida. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 29 pria di Kota Semarang tercatat mengikuti program Keluarga Berencana (KB) metode vasektomi selama periode Januari hingga Mei 2026.

Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran pria untuk terlibat aktif dalam program Keluarga Berencana (KB) di Kota Semarang mulai menunjukkan tren positif.

Jumlah tersebut masih akan bertambah seiring masih berlangsungnya pendaftaran dan konsultasi masyarakat yang berminat mengikuti program kontrasepsi permanen bagi pria tersebut.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang, Lilik Faridah mengatakan jumlah itu berpotensi bertambah karena hingga saat ini masih ada masyarakat yang mendaftar maupun berkonsultasi terkait layanan vasektomi.

“Jumlahnya masih berjalan. Dari Januari hingga Mei 2026 tercatat 29 orang yang menjalani vasektomi. Sementara itu, sepanjang 2025 ada sebanyak 95 orang,” ujar Lilik, Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, angka partisipasi tersebut menunjukkan perlunya edukasi yang lebih luas kepada masyarakat mengenai manfaat dan keamanan vasektomi.

Selama ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa pria juga dapat berperan aktif dalam program pengendalian kelahiran.

Lilik menjelaskan peserta vasektomi merupakan pasangan usia subur yang telah memiliki anak dan tidak berencana menambah keturunan. Umumnya, peserta telah memiliki lebih dari dua anak atau merasa cukup dengan dua anak.

“Pesertanya adalah pasangan usia subur. Artinya, istri masih berada pada usia reproduktif dan suaminya juga. Mereka biasanya sudah merasa cukup memiliki anak dan ingin fokus membesarkan keluarga yang ada,” jelasnya.

BACA JUGA: Syarat dan Prosedur Vasektomi Berinsentif Rp1 Juta di Semarang, Ini Penjelasan Lengkap Disdalduk KB 

Sementara itu, alasan utama pria memilih vasektomi adalah untuk berbagi tanggung jawab dalam program KB dengan pasangan.

Menurutnya, metode itu dapat membantu mengurangi beban istri yang selama ini menjalani proses kehamilan, persalinan, hingga menyusui.

“Justru alasan utama mengikuti vasektomi adalah untuk meringankan beban istri. Selama ini istri yang mengandung, melahirkan, dan menyusui. Melalui vasektomi, suami ikut mengambil peran dalam program KB sehingga tanggung jawab keluarga menjadi lebih seimbang,” katanya.

Adapun persyaratan administrasi yang harus terpenuhi antara lain memiliki buku nikah, kartu tanda penduduk (KTP), dan kartu keluarga (KK).

Selain itu, calon peserta wajib menjalani pemeriksaan kesehatan dan skrining di rumah sakit sebelum tindakan vasektomi berjalan.

Untuk mendorong partisipasi masyarakat, peserta vasektomi juga mendapatkan insentif sebesar Rp 1 juta. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam mendukung program kependudukan dan keluarga berencana.

“Rewardnya uang Rp 1.000.000, kemudian pelayanannya di rumah sakit dengan dokter spesialis urologi yang bekerja sama dengan kami,” kata Lilik.

Layanan tindakan, lanjut dia, tentu harus tertangani dokter spesialis urologi di rumah sakit yang bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 lalu jumlah peserta vasektomi di Kota Semarang mencapai 95 orang.

Pemerintah Kota Semarang berharap angka partisipasi pria dalam program KB terus meningkat sehingga tanggung jawab pengendalian kelahiran tidak hanya jadi beban bagi perempuan. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp