“Harapannya, kasus stunting turun dan kualitas kesehatan ibu serta anak meningkat. Ini bagian dari kontribusi Kota Semarang menuju Indonesia Emas 2045,” kata Hakam.
Terkait tantangan ke depan, Hakam mengakui persaingan layanan kesehatan di Kota Semarang semakin ketat. Namun ia menilai kehadiran rumah sakit lain bukan sebagai kompetitor, melainkan mitra kolaborasi.
“Kami ingin bersinergi, terutama dengan rumah sakit tipe C di sekitar Tembalang. Kalau ada keterbatasan alat atau SDM, bisa di rujuk ke RSWN,” ujarnya.
RSWN juga tengah mempersiapkan layanan unggulan seperti radioterapi dan penguatan kemoterapi. Layanan tersebut harapannya dapat beroperasi pada 2026 atau 2027 untuk mengurangi antrean panjang pasien.
“Kami ingin layanan masyarakat bisa lebih cepat dan optimal. Target kinerja memang naik sekitar 10 persen setiap tahun. Walaupun belum 100 persen tercapai, kami optimistis dengan sinergi semua pihak, target 2026 bisa terpenuhi,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





