SEMARANG, beritajateng.tv – Relawan Gibran A-Z 08 (GAZ08) mengungkapkan alasannya melakukan deklarasi dukungan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Ketua Umum GAZ08, Laja Lapian menyadari bahwa eksistensi Jawa Tengah sebagai kunci perolehan suara untuk pemenangan pasangan calon Prabowo-Gibran.
Hal itu terungkap saat puluhan relawan GAZ08 melakukan deklarasi dukungan di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Rabu 23 November 2023 petang.
“Karena sudah banyak relawan yang deklarasi di Jakarta sebagai pusat Ibukota, padahal salah satu perebutan suara yang besar di Jateng. Kami mengadakan di Kota Semarang sebagai jantung Jateng,” ujar Laja.
Perihal apakah akan melakukan deklarasi di kediaman Gibran alias Solo Raya, pihaknya justru tak terlalu memilih kota tersebut.
“Kalau sudah banyak yang di Solo Raya kita tidak akan masuk ke situ lagi. Kita akan masuk ke daerah yang memang belum banyak relawan masuk,” akunya.
BACA JUGA: Relawan GAZ08 Deklarasikan Dukungan untuk Gibran, Optimis Raih 40 Persen Suara di Jateng
Pihaknya berharap, deklarasi yang ia lakukan di Jawa Tengah dapat menyumbang suara untuk Prabowo-Gibran.
“Mudah-mudahan dukungan dari teman di Jateng bisa mengkonkretkan suara yang bisa GAZ08 bantu untuk perolehan suara Gibran,” papar Laja.
Laja mengklaim suara anak-anak muda di Indonesia secara keseluruhan belum mutlak menjadi milik partai tertentu.
“Anak muda belum menjadi milik partai-partai, mereka masih bebas. Anak muda masih bisa memilih A, B, C itu bisa ganti-ganti,” tegas Laja.
GAZo8 akan lakukan pelatihan dan roadshow
Beranggotakan pekerja industri kreatif, GAZ08 mengaku akan melakukan pelatihan dan roadshow ke daerah-daerah lain untuk memenangkan Gibran.
Bahkan, ia menyebut ingin melakukan perubahan dalam tatanan pemerintahan yang diisi oleh anak muda.
“Kita banyak sekali talenta-talenta muda yang bagus tapi tidak tahu harus seperti apa implementasinya. Kalau dari dulu pangan tidak pernah diurus anak muda, kita pengin itu diurus milenial, kasih kita kesempatan untuk membuktikan bahwa Gen Z dan milenial bisa mengurus yang namanya pangan,” bebernya.





