Tanpa bermaksud mengglorifikasi, di masa-masa pemerintahan Indonesia kiwari ini, membaca buku menjadi salah satu sarana untuk menjaga akal sehat. Setidaknya, ia memberi jeda waktu untuk kontemplasi diri, untuk merawat kewarasan.
Bila tidak gemar membaca, tampaknya menjaga jarak dari para imbesil, apalagi yang gampang tersulut, pun ada baiknya. Sebab kebodohan seperti api; ia menjalar dan merusak. (*)
Mu’ammar R. Qadafi
Editor beritajateng.tv


