SEMARANG, beritajateng.tv – Mengoleksi miniatur mobil atau diecast mungkin sudah tak jarang kita temui. Pasalnya, dari anak muda hingga orang tua banyak yang menggemari mobil mini itu.
Akan tetapi, bagaimana jika tak sekadar mengoleksi miniatur mobilnya, namun juga mengoleksi sebungkusnya-bungkusnya?
Hobi mengoleksi bungkus diecast memang bagi kebanyakan orang merupakan hobi yang terasa aneh. Tapi nyatanya, ada saja yang menggelutinya.
“Suka diecast tapi posisinya masih dalam bungkusan atau blister. Nah posisinya dia di toko itu kan digantung, maka istilahnya diecast gantungan,” kata Adri Kurnia, salah satu pecinta diecast gantungan di Kota Semarang, saat berbincang dengan beritajateng.tv, belum lama ini.
Dalam mengoleksi miniatur mobil tersebut, Adri tak akan membuang bungkus wadah koleksi miliknya. Ia menyebutnya sebagai blister atau card berupa kertas karton dan plastik mika.
BACA JUGA: Keren! Hobi Rakit, Dokter Muda asal Undip Ini Koleksi Lebih dari 30 Gundam
Sebenarnya, secara isi atau produknya sama, yaitu mobil mini. Namun, bagi pecinta jenis gantungan, keunikan masing-masing bungkusnya lah yang mereka gemari.
Sehingga, dalam mengoleksi, para pecinta miniatur mobil gantungan itu cenderung tak membuka bungkusnya. Melainkan akan memajang utuh bersama bungkusnya.
“Karena beberapa blister ada yang menarik dan keunikannya sendiri. Selain diecastnya, blisternya punya nilai seni dan nilai jualnya sendiri,” sambung Adri.
Tricky dalam perawatan
Lantaran menitikberatkan pada bungkusnya, para pecinta miniatur mobil gantungan pastinya memberi perawatan ekstra pada kertas karton itu. Sebab, jika rusak sedikit saja akan mempengaruhi nilai jual nantinya.
Misalnya, kata Adri, pecinta miniatur mobil gantungan akan memberikan cover atau pelindung agar bungkusnya tidak rusak. Bahkan, beberapa juga rela membeli cover custom untuk masing-masing bungkus.
Tak hanya itu, menurut Adri, perawatan perawatan bungkus miniatur mobil ini juga tak mudah. Terbilang cukup susah dan agak tricky.
“Kalau kita simpan di box harus pakai silica gel, rapikan, rutin mengelap debunya, terus sering kita angin-anginkan. Musuhnya rayap sih kalau kelamaan kita simpan bisa rusak,” katanya.
Untuk harga, miniatur mobil gantungan ini juga sangat bervariasi. Harganya dapat naik atau turun tergantung motif atau desain pada bungkusnya.
Adri mencontohkan, salah satu barangnya ia patok seharga Rp 200 ribu dengan sistem pre-order. Saat produk sudah sampai ke pembeli, ternyata desain bungkusnya viral dan menarik.
BACA JUGA: Asyiknya Ngabuburit Sambil Merakit Gundam, Tua dan Muda Sibuk Susun Robot Rakitan Jepang
Saat itulah harganya bisa melambung berkali-kali lipat karena keterbatasan produk di pasaran.
Begitu pula jika ada kerusakan pada bungkus miniatur mobil tersebut. Akan berpengaruh terhadap nilai jual.
“Biasanya turun 20 sampai 30 persen dari harga asli. Makanya temen-temen agak concern (khawatir) kalau beli online, karena kan koleksi blisternya jadi rusak sedikit pasti komplain,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





