Hukum & Kriminal

Dijemput Polisi, Pria asal Semarang Ini Tewas, Diduga Dianiaya

×

Dijemput Polisi, Pria asal Semarang Ini Tewas, Diduga Dianiaya

Sebarkan artikel ini
Mahasiswi Undip | kereta api Darso Polda
Ilustrasi orang meninggal dunia. (an)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang pria bernama Darso (43), warga asal Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh polisi.

Kabarnya, kejadian tersebut terjadi pada September 2024.

Keluarga korban lantas melaporkan kasus ini ke Polda Jateng usai gagal dalam upaya mediasi. Adapun laporan tersebut keluarga sampaikan kepada pihak Polda Jateng pada Jumat, 10 Januari 2025.

Laporan telah diterima SPKT Polda Jateng dengan nomor Laporan Polisi LP/B/3/I/2025/SPKT/Polda Jawa Tengah.

BACA JUGA: Baper Gegara Komenan Netizen, Oknum Polisi Ini Challenge Tembak Kaki, Auto Viral di Medsos

Kuasa hukum keluarga, Antoni Yudha Timor kasus itu berawal saat Darso pergi ke Jogja dengan mengendarai mobil rental pada Juli 2024.

Menurutnya, Darso awalnya menggunakan mobil sewaan ke Jogja. Kemudian ia menabrak orang dan sempat bertanggung jawab dengan jaminan meninggalkan KTP.

Lalu, ia pergi ke Jakarta untuk mencari uang. Dua bulan berikutnya, ia pulang ke rumahnya di Semarang. Tak lama dari sana, datang polisi dari Polresta Jogja ke rumahnya.

“Keluar rumah, korban sudah tidak ada. Korban pun di bawa tanpa surat penangkapan, surat tugas, dan tanpa surat apapun,” imbuh dia.

BACA JUGA: Polda Jateng Bantah Mutasi Irwan Anwar Imbas Kasus Polisi Tembak Pelajar, Sebut Pengembangan Karier

Satu jam kemudian keluarga mendapat kabar bahwa korban berada di rumah sakit. Korban menderita beberapa luka di tubuhnya.

Saat masih berada di RS, korban sebenarnya sudah bercerita bahwa dia menjadi korban penganiayaan oleh polisi yang menjemputnya. Dia juga minta agar peristiwa itu di laporkan.

“Karena keluarga ini nerimo, ketika korban meninggal, di kuburkan begitu saja. Pemukulannya di Semarang 21 September 2024. Meninggalnya 29 September,” paparnya.

BACA JUGA: Polisi Pemalang Tipu Rekrutmen Polri Rp900 Juta, Polda Jateng Dalami Dugaan Uang untuk Judi Online