SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui Dinas Kesehatan, menarget 30 persen warga Jawa Tengah memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis saat ulang tahun.
Adapun layanan cek kesehatan gratis saat ulang tahun itu berlaku mulai Februari 2025. Hal itu terungkap oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Elhamangto Zuhdan, saat beritajateng.tv hubungi melalui panggilan WhatsApp, Senin, 3 Februari 2025.
“Kalau sasaran di Jateng targetnya ada 80 persen dari penduduk Jateng. Kalau jumlahnya penduduknya 38 juta lebih artinya ada sekitar 30,6 juta penduduk ditarget pemeriksaan kesehatan gratis,” jelas Elhamangto.
Pihaknya mengungkap kelompok yang ditarget untuk mengikuti cek pemeriksaan kesehatan gratis saat ulang tahun. Antara lain: bayi baru lahir, balita, usia prasekolah, usia sekolah, dewasa, wanita, dan lansia.
BACA JUGA: Amino Hospital Kampanyekan Kesehatan Mental dengan Wayang Kulit
Cek kesehatan gratis wajib terdaftar dalam BPJS, Dinas Kesehatan Jateng ungkap alasannya
Alur pemeriksaan kesehatan gratis itu, kata Elhamangto, sesuai dengan surat edaran (SE) Mendagri, Menkes, dan Pj Gubernur Jawa Tengah.
Untuk melakukan cek kesehatan gratis saat hari ulang tahun, Elhamangto mengungkap masyarakat harus mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile.
“Semua masyarakat mesti men-download Satu Sehat Mobile, aplikasi yang dulu untuk vaksin. Setelah download, mereka harus melakukan verifikasi ke fasilitas pelayanan kesehatan (yankes) masing-masing. Jadi nanti mereka akan ke sana,” ungkap dia.
Kemudian, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) akan melakukan verifikasi KYC atau Know Your Customer. Pihaknya menjelaskan, masyarakat wajib terdaftar dalam BPJS Kesehatan untuk menikmati layanan tersebut.
“Harapannya sebelum menjalankan atau mengikuti cek kesehatan grstis, masyarakat harus segera mengaktifkan kepesertaan BPJS-nya. Kalau misal sudah punya JKN aktif, peserta JKN bisa datang ke faskes primernya,” terang dia.
BACA JUGA: Alfamart Ajak Warga Semarang Peduli Kesehatan dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Adapun pemeriksaan kesehatan akan berlangsung di faskes tingkat I sebagaimana yang terdaftar dalam JKN atau kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Nanti akan diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai alur. Kalau misalnya bukan di puskesmas atau tempatnya, yang sifatnya kegawatdaruratan bisa rujukan. Kalau yang gak bisa, nanti dikirim ke Faskes Tingkat Pertama (FKTP) atau faskes asalnya dia,” terangnya.
Bagi warga yang kepesertaan BPJS Kesehatannya tak aktif, Elhamangto mengimbau untuk melakukan pengaktifan kembali.
“Nanti kalau peserta JKN gak aktif, maka sebelum pemeriksaan, harap segera melakukan pengaktifan dengan menghubungi PIC (penanggung jawab) UHC (Universal Health Coverage) atau instansi terkait,” jelas dia.
BPJS Kesehatan yang aktif menjadi syarat cek kesehatan gratis saat ulang tahun. Alasannya, hal itu perlu bilamana butuh rujukan usai cek kesehatan.
“Harus aktif, kalau gak aktif harus menghubungi instansi terkait. Kalau mendaftar harus mendaftar sebagai peserta mandiri. Semisal gak ada BPJS, kalau sudah pemeriksaan dan butuh rujukan, ini akan sulit,” tegas Elhamangto.
Alur cek kesehatan cuma-cuma saat ultah, wajib isi screening mandiri sepekan sebelum tanggal pemeriksaan
Lebih lanjut, Elhamangto membeberkan alur cek kesehatan gratis saat ulang tahun.
“Nanti masyarakat yang punya handphone mesti download aplikasi Satu Sehat Mobile. Di sana ada beberapa pilihan seperti isi biodata, cek faskes atau fasyankes, dan memilih tanggal pemeriksaan kapan. Kalau sudah, akan ada balasan melalui WA, sebulan atau sepekan sebelumnya ada pengingat,” ujar dia.
Tak hanya itu, ada kuisioner mandiri yang harus masyarakat isi H-7 sebelum tanggal cek kesehatan. Menurutnya, aplikasi Satu Sehat Mobile akan memudahkan proses verifikasi.
BACA JUGA: Tunjang Layanan Kesehatan, Bank Jateng Serahkan Bantuan Mobil Operasional ke RSUD Rehatta Jepara
Saat hari pemeriksaan, warga mesti membawa identitas seperti KTP atau KK. Sementara bagi anak balita dan prasekolah, wajib membawa Kartu Identitas Anak (KIA).
“Nanti ke puskesmas atau fasyankes bawa KTP atau KK, balita bawa buku KIA, dan bawa tiket pemeriksaan yang sudah muncul di Satu Sehat Mobile atau jawaban di WA. Terus membawa hasil screening mandiri sesuai inputan di aplikasi,” jelasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





