SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan Kota Semarang mewaspadai sejumlah penyakit pasca terjadinya banjir. Salah satunya dengan membuka posko kesehatan di sejumlah lokasi banjir di lima lokasi banjir di Semarang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam mengatakan, ada beberapa penyakit yang biasanya muncul pasca banjir. Antara lain DPD, diare, leptospirosis, dan gatal-gatal.
“Makanya, kami menyampaikan ke teman-teman untuk dropping alat pemeriksaan lab pada daerah-daerah yang terkena banjir,” tutur Hakam, Senin 18 Maret 2024.
BACA JUGA: Rekayasa Cuaca TMC di Semarang, Gunakan 1 Ton Per Hari Bahan Semai Ditebar dari Pesawat
Dengan menyiagakan pemeriksaan laboratorium, Hakam berharap, bisa mengantisipasi penyakit-penyakit lebih dini. Sehingga, tidak ada warga yang sampai datang ke rumah sakit dengan kondisi berat.
Adapun posko kesehatan Dinas Kesehatan ada di lima tempat antara lain di Jembatan Kaligawe, USM, Kemijen, Genuk dan Tanjungmas.
“Yang utara ada di dekat posko pengungsi yang ada di tanjungmas,” tambahnya.
Di posko kesehatan, pihaknya menyediakan berbagai obat-obatan dan ambulan kegawatan. Petugas terbagi menjadi dua shift agar pelayanan maksimal terdiri dari dokter, perawat, dan bidan.
“Harapannya bisa membantu beban maayarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, penanganan pasca banjir pastinya Pemkot lakukan.
“Paling utama dengan meminta Dinas Kesehatan Kota melakukan inventarisir dan mendirikan posko-posko kesehatan, karena pastinya namanya penyakit paca banjir. Seperti diare, penyakit kulit, leptospirosis,” ujar Mbak Ita, sapaannya. (*)





