“Kami masih ingat waktu Covid-19 itu, waktu saya ditugaskan di Biro Perekonomian, UMKM betul-betul terdampak. Karena effort bersama-sama dengan dewan dan supporting masyarakat, UMKM kita memberikan kontribusi hampir 12 persen pada PDRB,” tutur Eddy.
Tak hanya memengaruhi PDRB, angka inflasi pun turut meningkat akibat UMKM. Menurut Eddy, Jateng tak pernah tembus angka inflasi hingga 2 persen pada tahun 2021.
“Saat kami inflasi tahun 2021, tidak pernah tembus angka 2 persen, paling tinggi 1,8 persen sampai 1,9 persen. Kemudian setelah tahun 2022 ini mulai inflasinya agak naik. Support inflasi ini malah kue kering. Saya malah senang, berarti ini bergerak UMKM di sektor itu,” pungkasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





