SEMARANG, beritajateng.tv – Drg Rahajeng Widyaswari Tjahjo Kumolo, calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng 1 mengimbau masyarakat waspada penyakit saat banjir.
Ajeng sapaan akrabnya mengatakan, dampak banjir rentan sekali yang berefek timbulnya berbagai penyakit yang menyerang warga.
Seperti gatal pada kulit, diare, maupun penyakit lain yang diakibatkan oleh kondisi lingkungan yang kurang bersih.
Bahkan, penyakit Leptospirosis yang berasal dari kencing tikus yang bisa saja bercampur dengan genangan air saat banjir.
BACA JUGA: PDAM Jamin Ketersediaan Air Bersih di Wilayah Banjir Kota Semarang
“Menanggulangi penyakit disebabkan banjir, masyarakat perlu kita berikan pengetahuan. Tentang macam-macam penyakit yang sering muncul serta cara penangananannya,” kata Drg Rahajeng Widyaswari, putri mendiang Tjahjo Kumolo tersebut.
Menurut Ajeng, sosialisasi bisa melalui RT/RW di lingkungan yang rawan terjadi banjir. Sehingga warga bisa terlibat aktif dan memiliki pengetahuan cara menanganinya secara mandiri. Serta harapannya bisa menyiapkan obat-obatan yang mereka butuhkan.
Apalagi, kejadian banjir di Kota Semarang ini tidak baru sekali terjadi. Sehingga mengimbau masyarakat turut aktif mengantisipasi masalah penyakit yang biasanya umum terjadi.
Drg Rahajeng Widyaswari Tjahjo Kumolo
“Kejadian banjir kan berulang. Jadi, masyarakat harus mengetahui cara untuk mencari pengobatan pertama jika sampai terkena penyakit,” katanya.
Ia menyebut, memang saat Pemerintah Kota Semarang terus berupaya untuk mengurangi dampak luasan wilayah banjir dengan berbagai program.
Karena itu, Ajeng mengimbau masyarakat untuk ikut terlibat dalam upaya penanganan banjir. Misalnya tidak membuang sampah sembarangan yang berpotensi membuat sumbatan di aliran sungai.
Selain itu, rutin membersihkan saluran air di lingkungan sekitar dengan cara kerja bakti.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemkot Semarang yang sudah dengan cepat merespon setiap masalah yang berkaitan dengan dampak banjir
“Misalnya dengan memberikan perhatian terhadap masyarakat terdampak banjir. Dengan pemberian obat gratis, pemeriksaan medis, pendampingan kesehatan, penyediaan air bersih dan sarana lainnya,” katanya.
“Apalagi jika ada balita dan batita yang sangat rentan terhadap berbagai penyakit di lingkungan yang terkena imbas banjir,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





