Pendidikan

DTKS Tak Sinkron Sistem PPDB Jateng, LBH Petir Sebut Ada Kelurahan Enggan Input Banyak Keluarga Miskin: ‘Nanti Dimarahin Walikota’

×

DTKS Tak Sinkron Sistem PPDB Jateng, LBH Petir Sebut Ada Kelurahan Enggan Input Banyak Keluarga Miskin: ‘Nanti Dimarahin Walikota’

Sebarkan artikel ini
Vita SMAN DTKS PPDB
Tangkapan layar Vita dan kedua orang tuanya yang menyandang tunanetra, bersama Pembina ITMI Kota Semarang, Zainal Abidin Petir. (Foto: Instagram/@zainalpetir_)

Perihal nasib Vita, Sunarto harus berkoordinasi dengan banyak pihak. Tak lain ialah Disdikbud, Dinas Sosial, dan satuan pendidikan itu sendiri.

“Setiap kelembagaan, akan kami sampaikan pada pimpinan perihal mana yang paling mungkin. Kalau memungkinkan, ya kenapa tidak? Pada prinsipnya, proses PPDB yang sudah berjalan, biarlah berjalan,” ujar Sunarto.

BACA JUGA: Cek! Ini 3 Kategori Status Ekonomi yang Jadi Prioritas Jalur Afirmasi PPDB Jawa Tengah 2024 SMA/SMK

Tak sekali dua kali, masalah DTKS pernah Ombudsman soroti

Sebelumnya, DTKS menjadi satu dari beberapa polemik yang warnai PPDB SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah. Hal serupa Kepala Ombudsman Jawa Tengah, Siti Farida, beberkan beberapa waktu lalu.

Khusus jalur afirmasi, Farida mengaku banyak warga Jawa Tengah yang mengeluh terkait data yang tak sinkron. Pihaknya mengungkap, ada beberapa aduan soal Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang tak terintegrasi di data milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

“Banyak masyarakat yang mempertanyakan terkait data siswa tidak mampu yang sudah ada di DTKS, tetapi di tingkat provinsi namanya tidak ada. [Aduan di] jalur afirmasi ini, mereka sudah tercatat di DTKS kabupaten/kota, tetapi belum terintegrasi ke [DTKS provinsi] Jateng,” ujarnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp