Olahraga

Dua Atlet Meninggal Dunia di Porprov Jateng 2026, Arnaz Soroti Keselamatan: Wasit, Ofisial dan Medis Harus Dievaluasi

×

Dua Atlet Meninggal Dunia di Porprov Jateng 2026, Arnaz Soroti Keselamatan: Wasit, Ofisial dan Medis Harus Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Tragedi Atlet Selam di Porprov Jateng, Tim Medis hingga Prosedur Darurat Perlu Dievaluasi
Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Andrarasmara. (Ellya/beritajateng.tv)

Ia mengakui, selama pelaksanaan Porprov XVII Jawa Tengah 2026 terdapat cukup banyak atlet yang mengalami cedera. Meski demikian, sebagian besar atlet yang mengalami cedera telah mendapatkan penanganan.

BACA JUGA: Kota Semarang Kembali Juara Umum Porprov Jateng 2026, Raih 177 Emas dari Atlet Binaan Lokal 

Selain itu, menurut Arnaz, perlindungan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan bagi atlet Kota Semarang juga menjadi bagian penting dalam memberikan jaminan penanganan ketika mereka membutuhkan layanan kesehatan.

Namun, ia menegaskan bahwa perlindungan pembiayaan kesehatan saja tidak cukup. Sistem pencegahan, pengawasan pertandingan, dan respons cepat ketika terjadi keadaan darurat harus berjalan bersamaan.

Lebih jauh, Arnaz meminta evaluasi tidak hanya di arahkan kepada satu pihak. Penyelenggaraan Porprov melibatkan banyak unsur, mulai dari pengurus cabang olahraga. Perangkat pertandingan, ofisial, KONI kabupaten/kota, KONI Jawa Tengah, hingga unsur organisasi olahraga di tingkat provinsi dan nasional.

Karena itu, evaluasi harus berjalan secara menyeluruh dari hulu ke hilir, termasuk meninjau standar operasional prosedur (SOP). Kesiapan teknis, pelaksanaan technical meeting, kompetensi perangkat pertandingan, hingga sistem penanganan medis.

Perlunya Evaluasi Menyeluruh

Arnaz menegaskan ia tidak ingin menyalahkan pihak tertentu atas peristiwa yang terjadi. Namun, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran penting agar penyelenggaraan kompetisi olahraga ke depan memiliki standar keselamatan yang lebih kuat.

“Risiko dalam dunia olahraga memang tidak bisa sepenuhnya di hindari. Tetapi, bagaimana kita meminimalkan hal-hal yang tidak di inginkan itu menjadi tanggung jawab bersama. Ini harus menjadi bahan evaluasi semua pihak,” ujarnya.

Dua peristiwa meninggalnya atlet dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan penyelenggaraan olahraga tidak semestinya hanya di ukur dari jumlah medali, rekor pertandingan, atau prestasi juara umum.

Ada tanggung jawab yang jauh lebih mendasar, yakni memastikan setiap atlet dapat bertanding dalam lingkungan yang aman, memperoleh pengawasan yang memadai, dan mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin ketika mengalami kondisi darurat.