Maksudnya, Gen Z mudah mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Salah satunya yakni gonta-ganti gadget tersebut.
“Ada semangat kompetitif, semangat persaingan yang tanpa mereka sadari mendorong mereka bersikap konsumtif,” tuturnya.
Hal tersebut, lanjut Hermawan, yang kemudian mendorong Gen Z melupakan segalanya. Termasuk, rumah yang saat ini bagi mereka menjadi kebutuhan sekunder bahkan tersier.
“Mereka menjadi orang-orang praktis yang selalu mengenggam teknologi. Jadi kebutuhan mereka akan rumah sekarang tidak lagi primer, bisa menjadi sekunder, bahkan tersier,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





