DEMAK, beritajateng.tv – Menjadi tren di Demak, Jawa Tengah, es moni atau minuman keras (miras) oplosan yang cukup digandungi pemuda itu ternyata dibuat dari bahan arak tradisional.
Belakangan ini, marak modus baru membeli miras oplosan yang pengemasannya mirip es teh jumbo.
Adapun bahan baku dari miras oplosan es moni ini ternyata dari arak tradisional Grobogan.
Arak tradisional tersebut dicampur dengan minuman berenergi sachet, kemudian dikemas menggunakan gelas cup.
Kabarnya, pedagang di Demak menjual miras oplosan tersebut mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu. Adapun nominal harga tersebut menyesuaikan besar kecilnya kemasan.
BACA JUGA: Viral Es Moni Miras Oplosan Aneka Rasa dalam Cup Teh Jumbo di Demak, Satpol PP Langsung Tertibkan
Minuman ini teranggap menyegarkan dan murah, maka dari itu tak heran jika banyak pemuda yang ramai membelinya di beberapa bulan terakhir ini.
Plt Kepala Satpol PP Demak, Agus Sukiyono mengatakan, saat ini pihaknya telah mengetahui bahan dasar untuk pembuatan es moni ini.
Menurutnya, miras untuk pembuatan es moni berasal dari arak tradisional daerah Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jateng.
“Dari arak tradisional dan ini yang membuat saya telusuri, Purwodadi, Grobogan,” ungkap Agus.
Agus mengklaim bahwa saat ini sudah mengantongi nama pembuat dan pengedar arak tradisional bahan es moni yang ramai pembeli di Demak itu.
“Saya sudah tahu, nama by name sudah tahu. Tapi kan mereka di wilayah Purwodadi, jadi saya tidak bisa memegang orangnya,” katanya.
Selain itu, Agus mengatakan bahwa pihaknya rajin mengadakan razia untuk mendatangi semua jenis miras.
Sejauh ini, pihaknya berhasil mengamankan ribuan miras dan puluhan botol bekas air mineral yang di gunakan untuk wadah arak tradisional Purwodadi.
BACA JUGA: Proyek Tol Semarang-Demak Lahap Puluhan Hektare Mangrove, Tak Bisa Sembarangan Revegetasi
Tak hanya itu, ia juga mengaku menutup sejumlah toko peracik es moni beserta alat produksi dan penjual miras lainnya di area Pantura Demak.





