“Jadi nanti kami buka job fair ya, barangkali generasi muda ada yang mau mendaftar kerja. Terus yang kedua, ada zona UMKM kreatif dan kuliner. Kami juga mengadakan kegiatan UMKM kreatif dan kuliner bazar-bazar,” sambungnya.
Tak hanya itu, kata dia, terdapat talkshow dan workshop yang menghadirkan narasumber dari kalangan tokoh muda, pelaku industri konten kreatif, dan akademisi. Gubernur Run sendiri merupakan puncak acara untuk menggabungkan sport tourism dan gaya hidup sehat.
Sebut lari sudah jadi industri, Gubernur Run targetkan seribu peserta
Lebih jauh, Masrofi menjelaskan alasan pemilihan olahraga lari lantaran memiliki daya tarik luas dan gampang masyarakat akses. Ia mengungkap, animo masyarakat terhadap lari terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Target panitia dalam Gubernur Run yakni mencapai 1.000 peserta.
“Karena lari itu olahraga yang murah, olahraga yang bisa semua orang ikuti. Animo masyarakat terhadap lari itu akhir-akhir ini berkembang semakin banyak. Sehingga kadang-kadang kalau kami membuka event lari yang daftar malah melebihi target yang kami tentukan,” lanjutnya.
Menurut Masrofi, Gubernur Run 2025 merupakan event lari malam kedua setelah Kota Lama Night Run yang terlaksana beberapa tahun lalu. Berbeda dengan lari pagi, lari malam menurutnya mampu memberi nuansa berbeda.
BACA JUGA: Daftar 5 Jenis Olahraga yang Bisa Turunkan Berat Badan, Lakukan dengan Rutin!
“Tidak hanya lari pagi, tetapi lari malam juga kami lakukan untuk menyemarakkan sport tourism yang ada di Kota Semarang. Karena sekarang kami gabungan tidak hanya pariwisata saja, tidak hanya olahraga saja, tapi sudah sport tourism,” paparnya.
Ia pun menyebut olahraga lari kini telah menjadi industri yang hidup di luar skema pemerintah, dengan dukungan sponsor dan komunitas.
“Teman-teman yang mengadakan event lari itu tidak tergantung dari dana pemerintah. Itu semua jalan-jalan sendiri, sudah jadi industri menggandeng sponsorship yang ada,” katanya.





