Viral

Geger Pasar Kumuh di Wirosari Grobogan, Video Viral Bongkar Dugaan Korupsi

×

Geger Pasar Kumuh di Wirosari Grobogan, Video Viral Bongkar Dugaan Korupsi

Sebarkan artikel ini
video viral Grobogan
Tangkapan layar video viral pasar di Grobogan, Jawa Tengah. (TikTok/Maz_Basong)

GROBOGAN, beritajateng.tv – Sebuah video berdurasi 56 detik yang merekam kondisi memprihatinkan di Pasar Hewan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, viral dan menghebohkan jagat maya.

Video itu bukan hanya menunjukkan pasar yang kumuh dan becek, tetapi juga menyuarakan dugaan praktik korupsi di kalangan pegawai pasar.

Unggahan tersebut dibagikan oleh akun TikTok @Maz_Basong dan hingga Senin, 19 Mei siang telah ditonton lebih dari 554 ribu kali. Dalam video itu, perekam menuding pegawai pasar banyak melakukan penyimpangan.

“Pasar kemproh di Wirosari Kabupaten Grobogan, pegawainya kakean nyanyi, kakean kawin. Kakean korupsi, sapi mlebune 10 wi to yo setore 5. Yo pegawai Wirosari kuwi,” ujar perekam dengan nada geram.

BACA JUGA: Viral! Tarif Parkir di Pelabuhan Jepara Tembus Rp140 Ribu, Pengelola Akui Ada Oknum Nakal

Tak hanya itu, perekam juga mengaku akan melaporkan kejadian tersebut langsung kepada Bupati Grobogan, Setyo Hadi, yang baru saja menjabat sejak Februari 2025. Ia mengklaim memiliki kontak pribadi sang bupati.

Video tersebut memperlihatkan area pasar yang penuh lumpur dan genangan air, memperkuat kesan tak terurus. Bahkan akun lain, @ANAK_TUNGGAL, turut mengomentari kondisi buruk itu dengan berkata,

“Ora pasar ora dalan kok amoh kabeh,”

yang berarti tak hanya pasar, jalan-jalan di sana juga rusak parah.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan, Amin Nur Hatta, membuka suara. Ia mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama tim pemadam kebakaran telah turun tangan membersihkan area pasar dan salurannya.

“Tadi sudah saya cek lokasi dan kami bersama damkar membersihkan saluran. Kalau hujan memang kumuh. Langsung disemprot salurannya biar bersih,” kata Amin, Senin 19 Mei 2025.

Amin juga menjelaskan bahwa kondisi pasar yang lebih rendah dari permukiman sekitar memperparah genangan saat musim hujan.

BACA JUGA: Rumah Terbengkalai yang Viral di Banjarnegara, Kades Grogol Buka Suara

Air dari desa mengalir masuk ke pasar dan sulit keluar karena perbedaan elevasi.