Jateng

Gelondongan Kayu Terbawa Banjir Bandang di Kaki Gunung Slamet, Pemprov Jateng Duga dari Hutan Rakyat

×

Gelondongan Kayu Terbawa Banjir Bandang di Kaki Gunung Slamet, Pemprov Jateng Duga dari Hutan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Gelondongan Kayu
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, usai menghadiri diskusi pertobatan ekologis di Rumah Uskup Pandanaran, Kota Semarang, Rabu, 28 Januari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) angkat bicara soal gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang di wilayah kaki Gunung Slamet.

Dalam beberapa hari terakhir, banjir bandang dan longsor juga terjadi di kawasan kaki Gunung Slamet, meliputi Kabupaten Pemalang, Tegal, Banyumas, dan Purbalingga, pada 23-24 Januari 2026.

Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, lantaran aliran banjir membawa kayu gelondongan yang merusak infrastruktur dan rumah warga. Namun hingga kini, asal material kayu gelondongan tersebut belum dapat dipastikan.

Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, menyebut banjir bandang yang terjadi di kawasan lereng Gunung Slamet dipicu oleh kombinasi faktor alam, utamanya curah hujan ekstrem dan kondisi topografi wilayah.

BACA JUGA: Kayu Gelondongan Terbawa Banjir Bandang Pemalang-Banyumas, WALHI Jateng: Ada Indikasi Deforestasi

“Kalau kita cermati, memang terjadi curah hujan yang sangat tinggi dan kondisi kelerengan yang sangat tajam. Ini yang sangat mempengaruhi terjadinya bencana kemarin,” kata Widi usai menghadiri diskusi pertobatan ekologis di Rumah Uskup Pandanaran, Kota Semarang, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia mengaku di kawasan lereng Gunung Slamet terdapat alih fungsi lahan yang tersebar di wilayah Brebes, Tegal, hingga Pemalang. Namun, menurutnya, faktor tersebut tidak bisa dilihat sebagai satu-satunya penyebab.

“Memang ada tutupan lahan yang kurang dan ada alih fungsi lahan, tapi sebenarnya awalnya adalah hujan yang sangat ekstrem di puncak. Ada yang tutupan lahannya kurang, ada yang kelerengannya sangat tajam,” ujarnya.

DLHK Jateng Masih Verifikasi Gelondongan Kayu yang Terbawa Banjir Bandang

Terkait gelondongan kayu yang terbawa banjir, Widi menegaskan pihaknya masih melakukan verifikasi bersama Kementerian Kehutanan. Ia menyebut, identifikasi awal menunjukkan kayu tersebut berpotensi berasal dari lahan milik masyarakat.

“Kami masih cek dengan Kementerian Kehutanan. Tapi kalau melihat jenisnya, ada kayu sengon. Itu ada potensi memang berasal dari hutan rakyat, dari lahan-lahan masyarakat yang memang tanaman produksi kayu,” katanya.