Gaya Hidup

Gen Z Disebut Susah Cari Kerja, Pakar Ungkap 3 Alasannya, Salah Satunya Suka Pilih-pilih?

×

Gen Z Disebut Susah Cari Kerja, Pakar Ungkap 3 Alasannya, Salah Satunya Suka Pilih-pilih?

Sebarkan artikel ini
Job Fair Gen Z Kerja
Pelamar kerja saat menghadiri pameran bursa kerja Undip Citra Job Fair di Auditorium Imam Barjo Undip, Kamis, 6 Februari 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ribuan mahasiswa serta jobseeker atau pencari kerja memadati Undip Citra Jobfair yang berlangsung di Auditorium Imam Barjo, Undip, Kamis, 6 Februari 2025.

Dengan berpenampilan rapi dan membawa map kertas berisikan berkas-berkas diri, mereka rela berdesak-desakan demi mencari lowongan kerja (loker).

Salah satu pelamar kerja, Salsabila Rahmah, mencoba peruntungan dengan bergabung di event job fair ini. Alumni Biologi Undip itu membawa berkas curriculum vitae (CV) yang akan ia pakai untuk melamar kerja.

Sayangnya, dari puluhan perusahaan yang ada di job fair itu, hanya satu yang sesuai dengan jurusan kuliahnya.

“Cuma ada satu di perusahaan yang cocok sama jurusan kuliah, jadi ya daftar ke itu saja,” ungkapnya kepada beritajateng.tv.

BACA JUGA: Undip Citra Job Fair Ramai Pencari Kerja, Bantu Gen Z Cari Pekerjaan Serta Latih Interview hingga Psikotes

Sejak lulus pada Oktober 2024 lalu, Rahmah masih berjuang mencari pekerjaan. Salah satu ikhtiarnya yaitu dengan mengikuti event job fair semacam ini.

“Lulus dari bulan Oktober, ikut job fair harapannya bisa dapat kerja. Tapi tadi belum sempat ikut interview karena kuotanya penuh,” kata Rahmah.

Hal berbeda diungkap oleh Nurhayati. Dara berusia 24 tahun itu mencoba mencari kerja meski belum lulus kuliah. Fenomena anak muda yang sulit mencari kerja ternyata menghantui dirinya. Ia ingin “curi start” mencari kerja di tengah masa skripsinya.

“Ya masih skripsi ini tapi pengin cari kerja, biar nanti enggak nganggur,” ungkap mahasiswi jurusan Sastra Jepang Undip itu.

Tiga alasan mengapa Gen Z susah cari kerja

Sementara itu, pengamat ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nugroho Sumarjiyanto Benedictus, mengakui adanya fenomena generasi muda atau gen Z yang susah mendapatkan pekerjaan.

Menurutnya, ada tiga alasan mengapa generasi Z tidak kunjung mendapat pekerjaan. Yang pertama, kata Nugroho, minimnya lapangan pekerjaan saat ini dikarenakan kondisi ekonomi di Indonesia yang tidak stabil.

Tak hanya gen Z, menurut Nugroho semua kalangan sedang berada dalam tahap susah mencari pekerjaan.

“Semua penduduk sedang susah mencari kerja karena banyak bidang usaha yang mengalami kesulitan atau belum pulih benar dari kelesuan ekonomi akibat [pandemi] Covid-19,” kata Nugroho.

Alasan selanjutnya, ia menilai gen Z cukup pilih-pilih pekerjaan. Sebenarnya, ada banyak peluang pekerjaan, akan tetapi loker itu tidak sesuai dengan keinginan generasi muda. Sehingga, mereka memilih untuk menganggur terlebih dahulu.

BACA JUGA: Tak Lagi YOLO, Kini Gen Z Pilih Tren Baru YONO Buat Gaya Hidup

Sementara alasan ketiga, kata Nugroho, banyak pemberi kerja atau perusahaan enggan merekrut karena terbawa citra buruk gen Z di media sosial.

“Alasan ketiga mungkin si pemberi kerja enggan menerima generasi muda karena image yang kurang baik. Seperti pilih-pilih kerja, mudah keluar untuk cari kerja yang lain, terlalu menuntut macam-macam,” sambungnya.

Oleh karena itu, Nugroho menyebut gen Z harus bisa mengubah citra mereka sendiri agar bisa semakin mudah dalam mendapatkan pekerjaan.

“Buktikan bahwa mereka pun merupakan gen yang baik, dari sisi motivasi, inovasi, kesetiaan terhadap pekerjaan, dan lain-lain,” tandas Nugroho. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp