Jateng

Generasi Muda Gempur Dunia Digital, Mahasiswa Unnes Gelar Sosialisasi Karang Taruna AREMBA

×

Generasi Muda Gempur Dunia Digital, Mahasiswa Unnes Gelar Sosialisasi Karang Taruna AREMBA

Sebarkan artikel ini
unnes
Sesi foto bersama tiga mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), yakni Devi Yofiana Putri, Salwa Paramastri Rahmah, dan Helsi Normadiyani dengan para pemuda di Dusun Bengkle setelah kegiatan bertajuk “Sosialisasi Karang Taruna AREMBA: Wadah Eksistensi, Kebersamaan, dan Pertumbuhan Generasi Muda, Sabtu 4 Oktober 2025. (Dokumen pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, banyak anak muda kini lebih sibuk dengan dunia digital daripada kegiatan sosial di lingkungannya. Fenomena itu juga terasa di Dusun Bengkle, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, di mana Karang Taruna yang dulu aktif kini mulai kehilangan gaungnya.

Melihat kondisi tersebut, tiga mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), yakni Devi Yofiana Putri, Salwa Paramastri Rahmah, dan Helsi Normadiyani, berinisiatif melakukan kegiatan bertajuk “Sosialisasi Karang Taruna AREMBA: Wadah Eksistensi, Kebersamaan, dan Pertumbuhan Generasi Muda”.

Di bawah bimbingan dosen Dyah Ayu Rahmawati, S.Psi., M.A, mereka merancang program sederhana namun berdampak bagi semangat pemuda di desa tersebut.

Sosialisasi ini berlangsung pada Sabtu, 4 Oktober 2025, di rumah salah satu anggota Karang Taruna AREMBA. Kegiatan mulai sekitar pukul delapan malam dan berlangsung hingga larut malam dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kembali semangat eksistensi dan kebersamaan para pemuda dalam organisasi mereka.

Devi menjelaskan bahwa sosialisasi ini menjadi bentuk intervensi untuk memotivasi anggota agar menyadari pentingnya peran mereka di masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat membuka kesadaran bahwa Karang Taruna bukan sekadar wadah formal, melainkan ruang untuk belajar dan berkembang bersama.

BACA JUGA: Novia Anggi Fitriani, Mahasiswi Unnes Semester 5 Sabet Dua Emas di POMNAS XIX 2025

Kegiatan berawal dengan perkenalan dan ice breaking yang memancing tawa peserta. Permainan sederhana seperti “Simon Berkata” berhasil mencairkan suasana dan membangun keakraban antaranggota. Setelah suasana terasa lebih dekat, tim fasilitator mulai mengajak peserta berdiskusi tentang makna eksistensi.

Mereka diajak untuk memaknai kembali apa arti hadir dan berperan di masyarakat. Peserta kemudian berbagi pengalaman tentang kegiatan yang pernah mereka lakukan bersama, mulai dari gotong royong hingga membantu warga yang membutuhkan. Dari obrolan itu muncul kesadaran bahwa eksistensi bukan soal dikenal banyak orang, melainkan tentang kehadiran yang memberi manfaat.

Setelah sesi pertama, suasana semakin hidup ketika peserta diajak membahas pentingnya keterhubungan sosial. Melalui diskusi ringan, mereka saling bertukar ide mengenai kegiatan yang bisa mempererat hubungan antaranggota.

Beberapa mengusulkan kegiatan olahraga bersama, sementara yang lain ingin membuat program sosial seperti kerja bakti atau berbagi dengan warga sekitar. Salwa menjelaskan bahwa sesi ini bertujuan agar setiap peserta bisa berkontribusi, tidak hanya mendengar. “Begitu mereka dilibatkan dan didengar, rasa kebersamaan itu muncul dengan sendirinya,” ujarnya.

Puncak kegiatan berlangsung ketika seluruh peserta menuliskan harapan mereka untuk masa depan Karang Taruna AREMBA dalam kegiatan Pohon Harapan. Setiap daun kertas yang menempel di dinding berisi kalimat-kalimat penuh semangat dan cita-cita, seperti keinginan agar Karang Taruna lebih kompak, aktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi Helsi, momen ini menjadi simbol kebangkitan semangat kolektif para pemuda. Ia mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, peserta bukan hanya belajar teori, tetapi benar-benar mengalami bagaimana rasanya tumbuh bersama organisasi yang mereka cintai.

Ibu Dyah Ayu Rahmawati, S.Psi., M.A, selaku dosen pembimbing, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, sosialisasi semacam ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu psikologi perkembangan dalam kehidupan nyata. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa perubahan sosial dapat mulai dari pendekatan yang sederhana, yaitu memahami kebutuhan dan potensi manusia,” jelasnya.

BACA JUGA: Sosialisasi JKN di Unnes, BPJS Kesehatan Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa tentang Layanan Kesehatan

Hasil dari sosialisasi ini terlihat nyata. Banyak anggota yang sebelumnya pasif kini mulai berani mengemukakan pendapat dan menunjukkan inisiatif untuk membuat kegiatan baru. Mereka merasa lebih dihargai, lebih terhubung, dan lebih semangat untuk berkontribusi. Karang Taruna yang sebelumnya lesu kini kembali berdenyut, menjadi ruang bagi generasi muda untuk berinteraksi, belajar, dan berkarya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp