UNGARAN, beritajateng.tv – Mengawali “ngantor” sebagai Bupati Semarang dan Wakil Bupati Semarang periode 2025-2030, Ngesti Nugraha dan Nur Arifah menggelar tasyakuran sederhana serta rapat koordinasi perdana.
Rapat koordinasi dilaksanakan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan para asisten serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang beserta para camat.
Sebelumnya, Ngesti juga mengikuti kegiatan senam pagi sekaligus menyapa para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Saerah (Setda) Kabupaten Semarang.
BACA JUGA: Soal Instruksi Kepala Daerah PDIP Tunda Retreat, Begini Sikap Bupati Semarang Ngesti Nugaraha
Menurut Ngesti, acara tasyakuran sederhana itu sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus memohon doa. Yakni, agar ia bersama Nur Arifah memperoleh kesehatan, kelancaran, dan keberkahan dalam memimpin Kabupaten Semarang selama lima tahun ke depan.
“Demikian juga Kabupaten Semarang beserta segenap masyarakatnya selalu adem ayem, guyup, rukun, kondusif, dan sejahtera,” ungkapnya di sela acara Tasyakuran dan Rapat Koordinasi Perdana Bupati dan Wakil Bupati Semarang 2025-2030 di gedung Setda Kabupaten Semarang, Jumat, 21 Februari 2025.
Yang tak kalah penting, lanjut Ngesti, ia dan Nur Arifah berharap senantiasa beroleh kemampuan untuk memberikan yang terbaik. Sekaligus, menjadi pemimpin yang amanah bagi segenap masyarakat Kabupaten Semarang.
BACA JUGA: Kepala Daerah Kabupaten Semarang Dapat Ucapan Berupa Bibit Tanaman Produktif, Begini Maknanya
Pada tahun 2025 ini, ia mengaku telah menyusun program-program prioritas yang terjabarkan pada visi dan misinya. Ia menyebut hal itu telah masuk dalam APBD tahun anggaran 2025.
Program-program itu antara lain, di bidang kesehatan pihaknya menyiapkan anggaran hingga Rp53 miliar. Kemudian, bidang pendidikan dengan pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu untuk jenjang SD hingga universitas.
“Selain itu, juga bidang pertanian melalui pengembangan dan peningkatan produksi pertanian, pangan, dan sayuran organik di wilayah Kabupaten Semarang,” tuturnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





