DEMAK, beritajateng.tv – Ribuan pelajar dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak memeriahkan karnaval parade budaya nusantara peringatan HUT MAN Demak ke-28.
Pelajar berdandan cantik dan mempesona, membuat banyak penonton tertarik memandang. Mereka berjalan beriringan di jalan protokol kabupaten Demak, Senin 8 Januari 2024.
Sebanyak 1265 peserta, sebanyak 37 kontingen yang terdiri dari 36 kelas dan satu kontingen guru karyawan ikut serta memeriahkan karnaval.
Dengan menampilkan ragam kreasi budaya nusantara, kegiatan tersebut di buka secara langsung oleh kepala Sekolah MAN Demak, Syaefudin.
Kepala Sekolah MAN Demak, Syaefudin, menyampaikan bahwa peserta karnaval Parade Budaya Nusantara terdiri dari peserta didik hingga guru maupun karyawan.
Mereka menyambut antusias pelaksanaan karnaval ini. Pelaksanaan kegiatan tersebut juga bagian dari kurikulum merdeka yaitu P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatanlil’alamin).
“Semangat dan antusias para peserta didik. Parade karnaval dan parade budaya Nusantara MAN Demak juga menyertakan penilaian perkontingen. Dan penilaian lomba fotografi dari peserta SMP/MTs untuk mengambil gambar pada pelaksanaan karnaval berlangsung. Ini merupakan salah satu bagian dari pembelajaran kurikulum merdeka,” ungkapnya.
Dia menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan hadiah bagi peserta yang mengikuti karnaval kali ini.
“Terdapat doorprise untuk peserta karnaval yang diundi setelah finish. Secara keseluruhan, parade karnaval budaya berjalan dengan lancar, sukses, dan berkesan sangat mempesona,” ungkapnya.
Parade Budaya Nusantara
Sementara itu, Waka Humas MAN Demak, Mufaid mengatakan bahwa, untuk persiapan karnaval budaya melibatkan MPK dan OSIS. Setiap kelas melakukan pengundian memilih peserta untuk mengenakan kostum dan atribut yang telah ditentukan.
“Setiap kelas mengusung subtema yang berbeda-beda. Intinya mengangkat busana adat Nusantara, ada Jawa, Bali, Papua, Betawi, Madura dan sebagainya,” kata Mufaid .
Setiap kontingen juga membawa berbagai atribut, seperti berbagai miniatur, gunungan (hasil bumi, jajanan, botol bekas), ogoh-ogoh, dan lain sebagainya.
“Selain kemeriahan kostum dan atribut, juga makin meriahkan dengan Marchingband Dadung Awuk dari Banser Wonosari Bonang Demak. Dan menampilkan Barongsai Singa Liar Lokajaya atau koreo selama perjalanan karnaval,” ungkapnya.
Ia menambahkan guru dan karyawan tidak kalah antusias mengenakan busana adat Jawa Tengah.
“Selepas karnaval, setiap kontingen bergantian menampilkan pertunjukan seni yang luar biasa (display). Berbagai tarian, koreografi, serta yel-yel mereka tampilkan dengan semangat, riang dan gembira,” ujarnya.
Rute karnaval budaya yang mereka lalui mulai dari gerbang madrasah ke arah Terminal Bintoro. Melewati Jalan Sultan Fattah menuju Alun-alun sampai Perempatan Joglo, kemudian belok kiri melewati Kodim, Pendopo Kabupaten ke arah Polres Lama. Lalu belok ke kiri menuju Jalan Bhayangkara Baru, melewati Kantor Kemenag, menuju Terminal Bintoro dan berakhir di madrasah.(*)
Editor: Elly Amaliyah





