Hukum & Kriminal

Viral Keributan Anak Punk dengan Massa di Tengaran Semarang, Berawal Ditegur Pedagang Cilok

×

Viral Keributan Anak Punk dengan Massa di Tengaran Semarang, Berawal Ditegur Pedagang Cilok

Sebarkan artikel ini
Keributan kelompok anak punk dengan massa di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa, 15 September 2026 malam. (Foto: Tangkapan layar video medsos)

SEMARANG, beritajateng.tv – Video keributan kelompok anak punk dengan massa di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, beredar luas di media sosial, Selasa, 15 September 2026 malam.

Dalam video tersebut, sejumlah anak punk tampak menjadi sasaran kemarahan massa. Mereka terlihat menerima pukulan dan tendangan sebelum ԁiamankan aparat kepolisian.

Informasi yang menyertai video menyebut kelompok tersebut sebelumnya terlibat perselisihan dengan seorang pedagang cilok.

Sejumlah aparat kepolisian dan TNI terlihat berupaya mengendalikan situasi. Namun, massa tetap meluapkan kemarahan hingga beberapa anak punk tergeletak. Polisi kemudian mengamankan mereka dari lokasi kejadian.

Berdasarkan penjelasan kepolisian, insiden tersebut terjadi di halaman Indomaret, area SPBU 44.507.501, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Peristiwa itu berlangsung pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolsek Tengaran, Iptu Budi Prihanto, menjelaskan kejadian bermula ketika rombongan anak punk menepi karena sepeda motor mereka mogok.

BACA JUGA: Puluhan Anak Punk di Blora diamankan Polisi Usai Rusak Truk di Jalan Blora-Cepu

Saat itu, terdapat dua pedagang bermotor di lokasi. Keduanya berjualan bakso dan cilok. Beberapa anak punk kemudian ԁiduga mengganggu pembeli. Salah satu pedagang lantas mencoba menegur mereka.

Teguran tersebut justru memicu percekcokan antara kedua pihak. Situasi kemudian memanas. Salah satu anak punk ԁiduga menjatuhkan sepeda motor milik pedagang cilok. Ia juga ԁiduga menendang gerobak hingga mengalami beberapa kerusakan.

“Tindakan ini kemudian memicu terjadinya perkelahian,” ungkap Iptu Budi melalui sambungan telepon, Rabu, 16 September 2026 siang.

Menurut Budi, keributan tersebut kemudian menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Mereka ikut membantu pedagang cilok yang terlibat dalam perkelahian. Massa kemudian memukul kelompok anak punk tersebut.

Akibat kejadian itu, lima anak punk mengalami luka. Mereka kemudian ԁibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, anak punk lainnya ԁiamankan dan ԁibawa ke Mapolsek Tengaran.

BACA JUGA: Sukatani Guncang Kota Cepu di Weekend Destroy Moshpit Mayhem

Situasi kembali memanas setelah sejumlah massa mengetahui sebagian anak punk telah ԁibawa ke Mapolsek Tengaran. Sebagai bentuk solidaritas, massa yang masih marah kemudian berdatangan ke kantor polisi tersebut.

Polisi berupaya menjaga situasi tetap kondusif. Seluruh anak punk yang ԁiamankan kemudian ԁibawa ke Mapolres Semarang.

Total terdapat 11 anak punk yang ԁibawa ke Mapolres Semarang. Iptu Budi mengatakan, seluruhnya masih menjalani pemeriksaan untuk ԁimintai keterangan.

“Mereka masih berstatus terperiksa,” jelasnya melalui sambungan telepon.

Dengan demikian, 11 anak punk tersebut belum berstatus sebagai tersangka dalam perkara tersebut. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp