SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, mengungkap adanya tren penurunan keterwakilan perempuan di kursi legislatif tingkat provinsi dalam tiga periode pemilu terakhir.
Sumanto menyebut keterwakilan perempuan di DPRD Jawa Tengah pada Pemilu 2014 mencapai 24 persen, kemudian menurun pada Pemilu 2019 dan kembali turun pada Pemilu 2024.
Pada Pemilu 2024, DPRD Jateng memiliki 24 anggota perempuan dari total 120 kursi atau 19 persen. Angka tersebut masih di bawah target keterwakilan perempuan 30 persen.
Hal itu Sumanto sampaikan usai menghadiri Pelantikan Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Jawa Tengah di Lobi DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 16 September 2026.
“Ini kalau kita lihat trennya, anggota DPRD yang perempuan yang terpilih trennya turun. Tahun 2014 itu 24 persen, kemudian 2019 turun, ini [tahun 2024] 19 persen,” ujar Sumanto.
Sumanto menegaskan kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Jawa Tengah yang baru dilantik kepengurusan barunya. Ia berharap, keterwakilan perempuan di DPRD provinsi setidaknya dapat kembali mencapai angka 30 persen.
“Kami berharap ini menjadi bagian dari apa, Kaukus Perempuan yang sudah terbentuk ini untuk bisa evaluasi sehingga biar trennya itu ya minimal 30 persen itu bisa terlaksana dengan baik,” imbuh Sumanto.
BACA JUGA: Tunjukkan Keberpihakan Yudikatif pada Perempuan, MA Kabulkan Gugatan Soal Keterwakilan Perempuan di Pemilu 2024
Saat ditanya mengenai faktor yang menyebabkan keterwakilan perempuan terus menurun, Sumanto mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebabnya karena masih menjadi bahan pembahasan.
“Kita kan belum tahu, ini masih didiskusikan. Kita juga enggak tahu, hasilnya grafiknya seperti itu,” katanya.
Meski demikian, Sumanto menilai keterlibatan perempuan penting dalam memberikan kontribusi terhadap pemikiran, pembangunan, maupun inovasi di daerah. Ia berharap keberadaan Kaukus Perempuan Parlemen atau KPP dapat menjadi ruang untuk mendorong peningkatan kapasitas perempuan yang ingin terjun ke dunia politik.





