Sekolah mencatat sekitar 131 siswa mengalami mual, muntah, serta pusing kepala yang cukup hebat. Kejadian bermula ketika warga sekolah menyantap menu soto ayam suwir kiriman pihak penyedia.
Esok harinya, puluhan guru dan ratusan pelajar mulai merasakan dampak buruk bagi kesehatan mereka. Pihak sekolah segera menghubungi layanan darurat untuk mengevakuasi para korban menuju fasilitas medis terdekat.
Armada ambulans milik Pemkab Kudus, TNI, serta Polri bahu-membahu membawa para pasien ke rumah sakit. Sejumlah RS rujukan seperti RSUD Loekmono Hadi dan RS Mardi Rahayu turut menangani para pelajar.
Tercatat 47 anak harus menjalani perawatan inap karena kondisi tubuh yang sangat lemah. Namun, tim medis memastikan kondisi kesehatan para siswa kini sudah mulai menunjukkan tren positif.
BGN menekankan bahwa penghentian operasional SPPG Purwosari 1 Kudus demi mematuhi Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025. Peraturan tersebut mengatur tentang percepatan pengelolaan keamanan pangan pada setiap satuan layanan gizi nasional. (*)





