Jateng

Imbas Kasus Dugaan Keracunan Siswa SMAN 2 Kudus, BGN Hentikan Sementara SPPG Purwosari 1

×

Imbas Kasus Dugaan Keracunan Siswa SMAN 2 Kudus, BGN Hentikan Sementara SPPG Purwosari 1

Sebarkan artikel ini
SPPG Purwosari 1 Kudus | SPPG Blora Sementara | Satgas MBG | MBG Blora
Salah satu SPPG di Jawa Tengah. (Heri/beritajateng.tv)

KUDUS, beritajateng.tv – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari 1 Kudus.
Keputusan itu muncul setelah ratusan siswa SMAN 2 Kudus mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN melarang SPPG Purwosari 1 beraktivitas hingga hasil laboratorium keluar. Pihaknya kini tengah menunggu laporan resmi dari Dinas Kesehatan serta BPOM setempat.
Pihak otoritas ingin memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga sesuai aturan yang berlaku. Surat resmi bernomor 229/D.TWA/01/2026 menjadi dasar hukum penghentian kegiatan pelayanan gizi tersebut.

Sebelumnya, masyarakat luas mulai mengetahui kabar ini melalui pesan berantai pada sejumlah grup WhatsApp.

BACA JUGA: Pasien Keracunan MBG di Kudus Kena Biaya, Pihak RS Beri Klarifikasi

Ketua Satgas MBG Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, pun membenarkan informasi tersebut. Ia memberikan konfirmasi singkat saat awak media menanyakan perihal penghentian layanan gizi itu.

“Iya,” ungkap Bellinda ringkas pada Senin, 2 Januari 2026.

Langkah tersebut merujuk pada laporan khusus mengenai kejadian menonjol (KM) gangguan pencernaan. Para penerima manfaat mengeluhkan sakit perut sesudah mengonsumsi paket makanan dari program pemerintah.

Pimpinan BGN merasa perlu melakukan investigasi mendalam guna mencegah risiko kesehatan yang lebih besar.

Investigasi Mendalam Selama Operasional SPPG Purwosati 1 Kudus Berhenti Sementara

Proses pemeriksaan sampel makanan saat ini melibatkan tenaga ahli dari laboratorium kesehatan daerah. Tim ahli tengah meneliti kandungan nutrisi serta potensi kontaminasi bakteri pada menu soto ayam.

Petugas mengambil sampel sisa makanan yang para siswa konsumsi pada Rabu, 28 Januari 2026 lalu. Hasil uji klinis akan menjadi penentu kapan fasilitas ini boleh melayani publik kembali.

Kepala SMAN 2 Kudus, Nur Afifuddin, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya penyelidikan tersebut. Ia mengaku belum menerima tembusan surat secara resmi, namun sekolah sudah menghentikan distribusi makanan.

“Kami tidak lagi menerima paket menu MBG sejak munculnya gejala pada para siswa,” jelas Nur Afifuddin.