Kesehatan

Indonesia Nomor 2 Kasus Campak Dunia, IDAI Ungkap Ancaman KLB di Berbagai Daerah

×

Indonesia Nomor 2 Kasus Campak Dunia, IDAI Ungkap Ancaman KLB di Berbagai Daerah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi orang yang menderita campak
Ilustrasi orang yang menderita campak. (Sumber: [email protected])

Indonesia Masih Hadapi Tantangan Cakupan Imunisasi

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), menyebut meningkatnya kasus campak menjadi alarm bagi sistem kesehatan.

“Campak adalah penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Tapi kalau cakupan imunisasi turun, KLB pasti muncul,” ujarnya.

Campak termasuk Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Namun berbagai tantangan masih terjadi di lapangan, mulai dari akses layanan, distribusi vaksin, hingga resistensi masyarakat akibat hoaks.

Padahal, untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), cakupan imunisasi campak harus mencapai minimal 94-95 persen secara merata.

Ia menegaskan, campak adalah penyakit yang sangat menular. Satu orang bisa menularkan hingga 18 orang lainnya, bahkan dalam kondisi tertentu bisa terjadi super spreading.

BACA JUGA: Poltekkes Kemenkes Semarang dan Binawan Foundation Buka Beasiswa Pelatihan Perawat Kerja di Eropa

IDAI mengajak orang tua segera memeriksakan anak jika mengalami demam dan ruam, serta melaporkan ke puskesmas untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB).

IDAI mengingatkan jadwal imunisasi campak nasional untuk anak usia 9 bulan, usia 18 bulan, dan kelas 1 SD. Jika terlewat, orang tua dapat melakukan imunisasi kejar di fasilitas kesehatan. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp