Ketegangan geopolitik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, membuat investor global mengalihkan aset ke emas sebagai safe haven. Selain itu, tren dedolarisasi oleh sejumlah bank sentral juga memperkuat posisi emas di pasar global.
3. Kebijakan moneter
Ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve juga memberikan sentimen positif bagi harga emas.
4. Nilai tukar rupiah
Nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp16.910 per dolar AS turut menjaga harga emas domestik tetap tinggi.
Potensi Koreksi Harga
Jika terjadi penurunan harga emas setelah Lebaran, analis menilai hal tersebut kemungkinan hanya koreksi wajar. Besarnya terprediksi berkisar Rp20.000 hingga Rp50.000 per gram.
Penurunan ini bukan semata-mata akibat fenomena jual balik dari para pemudik, melainkan lebih karena aksi profit taking oleh investor besar di pasar global.
BACA JUGA: Prediksi Harga Emas 7 Maret 2026, Antam Stabil UBS Turun
Lembaga keuangan internasional seperti Goldman Sachs dan JPMorgan Chase bahkan masih mempertahankan pandangan optimistis terhadap prospek emas hingga akhir 2026.
Karena itu, bagi pemilik emas saat ini, banyak analis menyarankan strategi menahan aset (hold) dibandingkan menjualnya hanya karena mengikuti tren musiman setelah Lebaran. Potensi kenaikan harga global masih dinilai cukup kuat hingga penghujung tahun. (*)





