2. Tercipta dengan bantuan Amerika Serikat
Seperti yang sudah tercantumkan di atas, sistem milik Israel ciptakan dengan beberapa bantuan dari pihak lain, salah satunya adalah Amerika Serikat.
BACA JUGA:Soal Perang Hamas dan Israel, Arab Saudi Beri Peringatan Ini
Berdasarkan Rafael Advanced Defence System dan bantuan dari negeri paman Sam tersebut, ‘benteng’ itu terinsprasi untuk melawan serangan roket dari Lebanon yang menargetkan Israel pada 2006 lalu. Operasional resminya dimulai pada 2011.
3. Jadi incaran dunia
Dengan akurasi yang hampir mencapai nilai sempurna, dunia pun tersita perhatiannya oleh Iron Dome. Pada tahun 2020, Dua baterai Iron Dome pernah dikirim untuk militer AS.
Kabarnya, Ukraina juga pernah meminta suplai sistem pertahanan untuk melawan Ukraina. Israel mengatakan sejauh ini hanya membantu Kyiv untuk dukungan kemanusiaan dan pertahanan sipil.
4. Fokus deteksi untuk area yang padat populasi
Sistem pertahanan tersebut secara cepat mendeteksi serangan roket yang menargetkan area padat populasi. Jika tak ada populasinya, sistem Iron Dome akan menghiraukan serangan.
BACA JUGA:Ditanya Soal Statement Menolak Timnas Israel, Ganjar Pranowo: Saya Tidak Pernah Menyesal
5. Dapat menghadang roket dan drone
Selain fokus dan segala keunggulan, sistem tersebut juga bisa menghadang serangan jarak dekat, seperti roket dan drone yang mengudara di langit.(*)





