Situasi ini membuat misi mereka kian rumit bukan semata karena bahaya dari musuh, tetapi juga karena ketegangan emosional di antara mereka.
Pertempuran sengit pecah di berbagai penjuru kota, dari lorong-lorong sempit hingga bangunan tua yang kini menjadi benteng pertahanan para pejuang.
Meski kalah dalam persenjataan, para pejuang seperti Isa mengandalkan taktik gerilya dan keberanian untuk melawan penjajah.
Penasaran bagaimana akhir dari perjuangan yang telah Isa lakukan? Nantikan tayangnya di bioskop pada 31 April mendatang. (*)





