Jateng

Jaga Kondusivitas Jelang Lebaran, Polres Semarang Musnahkan 2.414 Botol Miras Hasil Operasi Pekat

×

Jaga Kondusivitas Jelang Lebaran, Polres Semarang Musnahkan 2.414 Botol Miras Hasil Operasi Pekat

Sebarkan artikel ini
Pemusnahan ribuan botol miras berbagai merek dan jenis di Lapangan Alun-alun Bung Karno, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Kamis, 12 Maret 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merek dan jenis dimusnahkan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Lapangan Alun-alun Bung Karno, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Kamis, 12 Maret 2026.

Ribuan botol miras tersebut merupakan barang bukti hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) atau operasi cipta kondisi yang berlangsung selama bulan suci Ramadan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang memimpin langsung pemusnahan miras tersebut. Secara simbolis, pemusnahan berawal dengan memecahkan sejumlah botol miras sebagai sampel.

BACA JUGA: Jateng Terapkan Wisata Ramah Muslim, Minuman Beralkohol dan Makanan Haram Boleh Asal Terpisah

Selanjutnya, botol-botol berisi minuman keras tersebut digilas menggunakan baby roller, kendaraan khusus yang biasa untuk pemadatan aspal, hingga hancur.

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, mengungkapkan bahwa ribuan botol miras tersebut merupakan hasil penindakan Operasi Pekat Candi 2026. Jajaran polsek melakukan penindakan itu di wilayah hukum Polres Semarang.

Polres Semarang Amankan Miras hingga Tuak

Operasi pekat tersebut berlangsung selama 20 hari sebagai upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

“Hasilnya, jajaran Polres Semarang berhasil mengamankan sebanyak 2.414 botol minuman keras. Serta 330 liter minuman keras jenis tuak yang kami musnahkan pada sore hari ini,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 yang mulai pada 13 Maret hingga 25 Maret 2026, Polres Semarang mengerahkan sebanyak 510 personel. Pasukan tersebut juga atas dukungan TNI serta Pemerintah Kabupaten Semarang.

Selain untuk mengamankan wilayah Kabupaten Semarang, personel gabungan juga bertugas memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.

BACA JUGA: Pesta Miras Berujung Penganiayaan, Pria Asal Samarinda Kena Ringkus Satreskrim Polres Semarang

Polres Semarang juga menyiapkan delapan pos pengamanan yang dapat para pemudik manfaatkan. Pos tersebut terdiri atas lima pos pengamanan dan pelayanan di rest area Tol Semarang–Solo, satu pos terpadu di kawasan Ngampin, serta dua pos lainnya masing-masing di kawasan Bandungan dan Getasan.

Kapolres menambahkan, masyarakat yang mengalami gangguan atau membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik dapat menghubungi call center Polri di nomor 110.

“Polres Semarang siap memberikan pelayanan yang ramah dan terbaik kepada para pemudik,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp