HeadlineJatengNasionalNews Update

Jalan Kabupaten Rusak, Pemkab Blora Ajukan Hutang Ratusan Miliar

×

Jalan Kabupaten Rusak, Pemkab Blora Ajukan Hutang Ratusan Miliar

Sebarkan artikel ini

“Kemampuan keuangan area terhadap tahun anggaran 2022 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun anggaran 2021 antara lain Penurunan DAU sebesar Rp 28,5 Miliar, DAK Fisik Turun sebesar Rp 54 Miliar, DBH Pusat turun sebesar Rp 13,7 Miliar, DBH Propinsi turun sebesar Rp 26 Miliar. Maka kami wajib memutar otak untuk melacak pos anggaran perbaikan jalur juga efisiensi,” terang Slamet Pamudji.

Menyikapi perihal ini, Bupati Arief Rohman, pun mengemukakan bahwa pihaknya telah laksanakan {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} langkah manfaat melacak perlindungan anggaran berasal dari {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} potensi layaknya CSR Perusahaan, DBH Migas, hingga mengupayakan mendapatkan perlindungan berasal dari Bojonegoro.

“Lobi-lobi telah kami lakukan. Pertamina kami minta untuk menolong membangun jalur Peting – Sumber. Terakhir Rabu tempo hari kami sowan ke Bupati Bojonegoro agar dibantu membangun jalur berasal dari Jembatan TBB menuju Bandara Ngloram. Doakan semoga disetujui,” ungkap Bupati, Jumat (5/11/2021).

Menurut Bupati, itu saja belum lumayan untuk menangani semua rusaknya jalur kabupaten. Maka pihaknya membangkitkan opsi utang atau hutang ke perbankan untuk mewujudkan idaman penduduk “Dalane Alus”.

“Inginnya penduduk semua jalur rusak sanggup segera dibangun, jika kebolehan anggaran kami terbatas dan tiap tiap tahun cuma ada anggaran tidak cukup lebih Rp 100 miliar, butuh berapa tahun sanggup selesai semuanya? Maka dengan skema pinjaman, rusaknya sanggup diperbaiki lebih maksimal,” papar Bupati Arief.

“Jadi konsep utang area ini untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalur di semua wilayah Kabupaten Blora yang di dalam situasi rusak berat dan banyak jadi keluhan masyarakat. Tidak cuma Blora, skema utang layaknya ini juga dilakukan Pemkab Grobogan, dan Sampang Jatim untuk membangun infrastrukturnya,” sambung Bupati.

“Kita ajukan persetujuan DPRD untuk pinjam anggaran Rp 250 miliar ke perbankan. Pinjaman ini cuma bakal dilakukan andaikan mendapatkan persetujuan DPRD,” lanjut Bupati.