Dengan pembentukan PD Garam Mandiri, fokus pengembangan industri garam akan lebih kuat, mulai dari produksi di tingkat petani, pengolahan, hingga hilirisasi untuk pasar nasional dan ekspor.
Kholik optimistis, jika kapasitas produksi rakyat mencapai 1 juta ton dan kebutuhan nasional masih defisit 3,5 juta ton, Jawa Tengah punya peluang besar menjadi motor utama industri garam nasional.
“Ini benar-benar potensi yang secara angka sangat jelas. Kalau garapannya serius, Jawa Tengah bukan hanya penyumbang garam, tapi juga kekuatan ekonomi baru,” pungkas dia. (*)
Editor: Farah Nazila





