Menariknya, pada masa awal perkeretaapian, banyak masinis dan petugas stasiun berasal dari pribumi, bukan hanya orang Belanda. Fakta ini menegaskan peran penting masyarakat lokal dalam sejarah transportasi modern Indonesia.
BACA JUGA: Jelajahi Jateng-DIY Lewati 579 KM Naik Kereta Api di Jasirah Race 2025 Bank Indonesia
Selain Stasiun Samarang di Sporland, Semarang juga pernah memiliki sejumlah stasiun awal lain seperti Jurnatan, Alas Tua, Blumbung, Tanggung, hingga Mangkang.
Jejak yang kini nyaris terlupakan itu menjadi pengingat bahwa Semarang bukan sekadar kota pelabuhan tua, melainkan titik nol peradaban perkeretaapian Indonesia. Sebuah warisan sejarah yang layak dikenang dan dijaga. (*)
Editor: Farah Nazila





