Pariwisata

Jelajah Rumah Peninggalan Oei Tiong Ham Raja Gula Asia Yang Kini Jadi Museum di Kantor OJK Jateng

×

Jelajah Rumah Peninggalan Oei Tiong Ham Raja Gula Asia Yang Kini Jadi Museum di Kantor OJK Jateng

Sebarkan artikel ini
Jelajah Rumah Peninggalan Oei Tiong Ham Raja Gula Asia Yang Kini Jadi Museum di Kantor OJK Jateng
Kepala Kantor OJK Jateng, Sumarjono melihat langsung Museum Oei Tiong Ham di Kantor OJK Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Siapa sangka, jika di Kota Semarang dulu pernah hidup dan tinggal seorang raja gula Asia sang saudagar kaya raya Hindia Belanda bernama Oei Tiong Ham. Bahkan, rumah peninggalannya yang cukup megah dan luas itu sekarang menjadi museum sekaligus menjadi kantor OJK Jawa Tengah.

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah dan DIY yang berlokasi di jalan Kyai Saleh nomor 12-14 Semarang ini merupakan bangunan cagar budaya bersejarah.

BACA JUGA: OJK Launching Ekosistem Keuangan Inklusif Kampung Olahan Susu Salatiga

Berdasarkan data dari OJK, bangunan ini pertama kali di bangun pada tahun 1876 dan mempunyai arsitektur bergaya indisch empire.

Kepala Kantor OJK Jateng Sumarjono mengatakan Oei Tiong Ham adalah konglomerat Asia Tenggara, dan terkenal dengan sebutan raja gula Asia.

Sumarjono menjelaskan, rumah peninggalan Oei Tiong Ham sekarang menjadi kantor OJK Jateng. Sejak 4 Februari 1992 telah di tetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui SK Walikota Semarang Nomor 646/50/1992.

Rumah Oei Tiong Ham berdiri di atas lahan seluas 7.560 meter persegi, tidak hanya berupa bangunan megah tapi juga 👌💯 taman indah dan kebun binatang mini.

Menurutnya, sejak 2016 lalu bangunan peninggalannya menjadi kantor OJK Jateng dengan status sewa dan pada 2018 rumah milik konglomerat Asia itu kini resmi dibeli OJK.

Lestarikan Cagar Budaya

OJK tetap menjaga kelestarian budaya dari bangunan cagar budaya tersebut, dan kini sebagian ruangan dijadikan sebagai museum.

“Informasi ini kami dapat dari kurator dan ada sejarahnya. Kita kerja sama dengan berbagai sumber dan ada komunitasnya. Karena kaya raya itu di halaman belakang ada taman lengkap dengan mini zoo. Usahanya tersebar di seluruh dunia,” kata Sumarjono.

Lebih lanjut Sumarjono menjelaskan, beberapa ornamen di setiap sudut bangunan bekas rumah Oei Tiong Ham masih tetap dipertahankan.