Selain isu regulasi kayu, Harry menyoroti dampak kondisi geopolitik dan ekonomi global terhadap perdagangan internasional.
“Secara internasional tentu kita mengalami dampak dari kondisi tersebut,” katanya.
Namun, ia menilai situasi itu mendorong pelaku usaha di Indonesia untuk memperkuat perdagangan dalam negeri.
“Kita justru sekarang ini melakukan penguatan perdagangan di dalam negeri, karena beberapa kegiatan ekspor mengalami penurunan,” ujar Harry.
BACA JUGA: Desa Ini Berhasil Ciptakan Karya Unik dari Sampah Hingga Terbang ke Eropa, Lokasinya di Semarang
Ia menegaskan, penurunan tersebut bukan karena pembatasan ekspor, melainkan melemahnya daya beli negara mitra dagang.
“Bukan pengurangan ekspor. Pembeli dari beberapa negara yang selama ini menjadi pembeli produk Indonesia mengalami penurunan, karena kenaikan kurs dan kondisi ekonomi negara mereka juga menurun. Daya beli ikut turun,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





