“Dia masih trauma. Waktu melewati sekolah saja terlihat ketakutan, bahkan bertemu gurunya pun masih merasa takut,” ujar Sulistyono.
BACA JUGA: Polisi Tetapkan Satu Anak Berkonflik dengan Hukum dalam Kasus Dugaan Bullying SMP di Semarang
Menurutnya, hingga saat ini keluarga terduga pelaku juga belum menunjukkan itikad baik untuk menemui maupun meminta maaf kepada korban.
Kasus dugaan bullying tersebut terjadi pada Senin, 27 Juli 2026. Saat itu korban dugaan kuat mengalami kekerasan hingga tangannya terjepit ketika berada di pagar menuju area tempat wudu. Insiden tersebut mengakibatkan dua jari tangan kirinya putus dan satu jari lainnya mengalami cedera sebelum akhirnya korban petugas larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (*)





