Jateng

Kejar Target Investasi 2026, Investor Baterai Australia Siap Tanam Modal Rp6,4 Triliun di Jateng

×

Kejar Target Investasi 2026, Investor Baterai Australia Siap Tanam Modal Rp6,4 Triliun di Jateng

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, saat dijumpai di kantornya, belum lama ini. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot masuknya investasi asing untuk mengejar target realisasi investasi tahun 2026. Salah satunya melalui rencana investasi sektor baterai asal Australia senilai Rp6,4 triliun yang dijadwalkan bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Agustus 2026 mendatang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan promosi investasi yang Gubernur Ahmad Luthfi lakukan ke sejumlah negara mulai membuahkan hasil.

Selain investor Australia, Pemprov juga akan menerima calon investor dari Uni Emirat Arab (UEA) pada awal Agustus mendatang.

“Perlu kami sampaikan bahwa banyak investor asing yang masuk ke Jawa Tengah. Kegiatan Pak Gubernur dalam menerima tamu dari duta besar dan mempromosikan investasi ke luar negeri ternyata mendapat sambutan yang sangat baik,” ujar Sakina saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, belum lama ini.

BACA JUGA: Jawa Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Iran, Ahmad Luthfi Bidik Transfer Teknologi dan Investasi

Ia mengatakan, investor asal Australia tersebut berencana menanamkan modal sebesar Rp6,4 triliun di Jawa Tengah.

“Pada tanggal 3 Agustus nanti Pak Gubernur akan menerima investor baterai dari Australia. Rencananya mereka akan melakukan investasi sebesar Rp6,4 triliun,” jelas Sakina.

Sementara itu, calon investor dari UEA akan datang melalui fasilitasi Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Abu Dhabi. Meski nilai investasinya belum disampaikan, Sakina berharap pertemuan tersebut dapat berlanjut menjadi realisasi investasi di Jawa Tengah.

“Calon investor ini dibawa oleh IIPC Abu Dhabi. IIPC ini membantu pemerintah Indonesia untuk melakukan promosi investasi, dan para pengusaha dari sana ternyata tertarik ke Jawa Tengah,” katanya.

Singapura Dijajaki Kembangkan Kawasan Industri

Selain Australia dan UEA, DPMPTSP juga membidik investor asal Singapura untuk mengembangkan kawasan industri di Jawa Tengah.

Menurut Sakina, ketertarikan tersebut muncul setelah pengelola Kawasan Industri Kendal (KIK), Sembcorp, melihat potensi pengembangan kawasan industri di Jawa Tengah.

“Yang akan dijajaki selanjutnya tentu saja Singapura. Mereka kemungkinan besar tertarik pada pengembangan kawasan industri. Dari yang sudah ada saat ini, yaitu Kawasan Industri Kendal, investornya Sembcorp dari Singapura,” ujar Sakina.

Ia menyebut, Sembcorp yang juga mengembangkan kawasan industri di Vietnam menilai Jawa Tengah masih memiliki peluang besar untuk pengembangan kawasan industri baru.

“Saat mengomparasi dengan Jawa Tengah, pihak Sembcorp atau CEO-nya, Mr. Gareth, sangat tertarik untuk melakukan pengembangan kawasan industri lagi di Jawa Tengah,” imbuhnya.

DPMPTSP Genjot Promosi dan Pendampingan Investor

Untuk mengejar target investasi tahun ini, DPMPTSP Jawa Tengah juga terus menggencarkan promosi investasi serta pendampingan kepada pelaku usaha.

Salah satunya dengan mengimbau pelaku usaha agar tertib menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sesuai jadwal pelaporan setiap triwulan. DPMPTSP juga membuka pendampingan apabila pelaku usaha mengalami kendala saat mengisi laporan.

Selain itu, DPMPTSP bersama Bank Indonesia rutin menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF), business meeting, hingga menyusun Investment Project Ready to Offer (IPRO) sebagai proyek investasi siap di tawarkan kepada calon investor.

“Saat ini kami sudah memiliki 17 IPRO, dan tahun ini bertambah empat IPRO lagi. Harapannya, dengan banyaknya IPRO yang ditawarkan pada forum investasi, banyak investor yang tertarik melakukan one-on-one meeting. Syukur-syukur bisa berlanjut pada Letter of Intent (LoI), untuk kemudian kami lakukan pendampingan,” jelas Sakina.

PMDN Tertopang Hotel-Restoran dan Ritel

Di samping investasi asing, Sakina mengatakan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jawa Tengah juga terus tumbuh. Peningkatan tersebut terdorong oleh sektor industri kayu, hotel, restoran, kafe (horeka), ritel, dan perkantoran.

Menurutnya, Kota Semarang menjadi daerah dengan realisasi PMDN tertinggi karena pertumbuhan sektor ritel yang ikut menggerakkan bisnis pendukung.

BACA JUGA: Ramai Tenaga Kerja Asing di Jateng, Aliansi Buruh: Kita Dukung Investasi Asalkan Pekerja Lokal Tak Tergeser

Ia menambahkan, berkembangnya pusat perbelanjaan dan kawasan ritel turut mendorong pertumbuhan sektor lain, seperti hotel, restoran, dan kafe di sekitarnya.

“PMDN yang banyak mendominasi di Jawa Tengah itu selain sektor kayu, juga sektor horeka serta perkantoran. Kota Semarang mencatat realisasi tertinggi. Ternyata sektor hotel, restoran, dan ritelnya berkembang sangat pesat,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp