SEMARANG, beritajateng.tv – Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah memastikan stok darah di seluruh wilayah provinsi tetap aman di tengah meningkatnya fokus organisasi tersebut dalam menangani kekeringan selama musim kemarau.
Ketua PMI Jawa Tengah, Haryanto, mengatakan saat ini program utama PMI diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah-daerah yang mengalami kekeringan. Menurutnya, banyak kabupaten/kota yang mengajukan permintaan bantuan distribusi air bersih.
“Program sementara ini fokus menangani kekeringan. Karena di beberapa daerah banyak permintaan air bersih,” kata Haryanto usai pelantikan Pengurus PMI Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat, 31 Juli 2026.
Sebelumnya, PMI Jateng telah menyalurkan sekitar 2,2 juta liter air bersih ke 16 kabupaten/kota melalui 543 truk tangki. Bantuan tersebut menjangkau 88 desa di 48 kecamatan dengan lebih dari 109 ribu penerima manfaat.
BACA JUGA: Petinggi HIPMI Jateng Absen Pemeriksaan Polda Terkait Kasus Dugaan Penganiayaan
Haryanto menegaskan, dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut PMI mengandalkan kekuatan para relawan yang bekerja secara sukarela.
“Kita memang bekerja sama dengan relawan yang memberikan bantuan. Relawan tidak usah dibayar, dengan keikhlasan hati, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk itu,” ujarnya.
Di sisi lain, ia memastikan pelayanan donor darah di Jawa Tengah tetap berjalan normal. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada kendala terhadap ketersediaan darah untuk seluruh golongan.
“Insyaallah stok darah kita aman. Kalau ada kesulitan stok darah, bisa menghubungi kami, nanti kita bantu,” katanya.
Haryanto menambahkan, kebutuhan darah untuk golongan O, A, B maupun golongan lainnya masih dapat dipenuhi oleh PMI Jawa Tengah.
“Di Jawa Tengah tidak ada kesulitan, tidak ada masalah. Kebutuhan darah O, A, B, dan lainnya insyaallah semuanya terpenuhi,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai peran PMI tidak hanya terbatas pada pelayanan donor darah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam penanganan berbagai bencana di Jawa Tengah.





