BLORA, beritajateng.tv – Sudah sepekan, sejumlah komoditas bahan sembako di Pasar Sido Makmur Blora mengalami kenaikan harga yang signifikan. Kenaikan harga ini terjadi pada berbagai bahan pokok, termasuk minyak, bawang, cabai, dan telur.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Sido Makmur, Martingah, mengaku bahwa omset pendapatannya turun drastis. Ia mengeluhkan kenaikan beberapa komoditas sembako, seperti minyak, bawang merah, bawang putih, telur, gula, dan cabai.
Ironisnya, kenaikan harga ini diperparah dengan sepinya pembeli yang berbelanja di pasar tradisional.
BACA JUGA: Kesbangpol Jateng Beberkan Kronologi Bentrok Pemuda Pancasila dan GRIB di Blora
Martingah menjelaskan bahwa harga minyak yang sebelumnya Rp14.000 naik menjadi Rp16.000. Untuk minyak curah, harga awalnya Rp20.000 kini meningkat menjadi Rp21.000 per liter.
Sementara itu, bawang putih dijual per kilogram dengan harga yang naik dari Rp34.000 menjadi Rp36.000.
Ia juga menyampaikan bahwa harga cabai mengalami kenaikan yang tinggi. Harga cabai rawit awalnya Rp20.000 naik menjadi Rp40.000. Sedangkan untuk komoditas gula, harga awal Rp16.000 kini menjadi Rp18.000 per kilogram.
BACA JUGA: Meski Pimpinan Ormas di Blora Buat Kesepakatan Damai, Proses Hukum Tetap Berlanjut
Martingah menegaskan bahwa kondisi pasar saat ini sepi. Padahal, pendapatannya sangat terpengaruh oleh kenaikan harga sembako.
“Kondisi pasar ini juga sepi dan turun banyak untuk penghasilannya. Pendapatan yang dihasilkan juga kurang menentu dengan kenaikan harga sembako,” ungkapnya, Jumat, 17 Januari 2025.
Kenaikan harga bahan pokok tentu menjadi perhatian bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada pasar tradisional untuk kebutuhan sehari-hari. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





