Politik

Kerap Melontarkan Tweet Candaan, Gaya Komunikasi Gibran Jadi Sorotan

×

Kerap Melontarkan Tweet Candaan, Gaya Komunikasi Gibran Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Tweet Gibran
Salah satu cuitan Gibran Rakabuming Raka di X. (foto layar tangkap: X/gibran_tweet)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gaya komunikasi Cawapres Koalisi Indonesia Maju (KIM), Gibran Rakabuming Raka di media sosial, khususnya Twitter (X), mendapat sorotan. Pasalnya, Gibran kerap menjawab sentilan lawan politiknya dengan candaan, meme, hingga konten berbau anime.

Pakar komunikasi Udinus, Lisa Mardiana menilai hal yang Gibran lakukan itu merupakan strategi komunikasi untuk menyasar kalangan Gen Z (generasi kelahiran 1997-2012).

“Dalam konteks strategi komunikasi itu penting dilakukan, selain menetapkan tujuan kita harus menetapkan target audiens,” ujar Lisa saat beritajateng.tv hubungi melalui sambungan WhatsApp, Jum’at 17 November 2023 sore.

Menurutnya, gaya komunikasi peserta Pemilu yang menyasar kalangan Gen Z bukan suatu hal yang salah. Lantaran, Gen Z dan milenial menjadi penyumbang suara terbanyak dalam pesta demokrasi mendatang.

“Ketika kita menargetkan satu khalayak tertentu, maka strategi pesannya harus relevan. Di dalam narasinya itu kemudian disesuaikan dengan gaya atau tren yang berkembang di kalangan Gen Z dan milenial,” terangnya.

BACA JUGA: Siap Lanjutkan Program Jokowi, Prabowo-Gibran Ingin Sejahterakan Masyarakat Rembang

Menurutnya, jika menggunakan strategi komunikasi politik yang tak relevan dengan target pasar, maka hal tersebut tak akan mendapat perhatian atau tak menarik.

“Jadi untuk meningkatkan atensi itu harus disesuaikan dengan karakter Gen Z, bagaimana bahasa yang mereka sukain dan tren apa yang sedang berkembang,” bebernya.

Gaya komunikasi peserta pemilu menyasar anak muda

Lisa tak memungkiri gaya komunikasi peserta pemilu kini bergeser menyasar anak muda.

“Capres cawapres yang menargetkan anak muda itu tidak salah, karena kan memang secara data itu generasi muda jadi penyumbang suara terbanyak. Kalau mereka targetkan anak muda itu kan strategis,” terangnya.

Lebih lanjut, Lisa melihat gaya komunikasi anak muda itu lebih unik, santai, dan terbuka.

“Maka narasi tekstual yang verbal maupun non verbal itu lebih santai dan jadi hal yang orang sukai. Itu bisa memengaruhi kalau mereka suka,” terangnya.