“Ketika kebutuhan emosional anak terpenuhi, dorongan mencari validasi instan dari layar akan berkurang dengan sendirinya. Bermain bersama adalah bentuk cinta yang paling sederhana, namun dampaknya sangat besar,” ujarnya.
BACA JUGA: Talkshow di UKSW, Gibran Soroti Pendidikan, Kesehatan, dan Trans Papua
Melalui kegiatan ini, Keluarga Kita ingin mengingatkan bahwa pembatasan layar bukan semata soal aturan. Lebih dari itu, orangtua perlu menghadirkan alternatif yang bermakna dengan meluangkan waktu dan benar-benar hadir dalam interaksi bersama anak.
Keluarga Kita merupakan organisasi pendidikan keluarga berbasis komunitas yang Najelaa Shihab dirikan pada tahun 2012. Organisasi ini mengembangkan kurikulum berbasis riset dan telah menyelenggarakan ribuan kelas pengasuhan di 342 kabupaten di Indonesia. (*)
Editor: Farah Nazila





